5.jpg)
Keterangan Gambar : Wakil Bupati kaur saat menyerahkan bantuan Kepada Korban kebakaran di Desa Sinar Mulya
Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Sinar Mulya, Wabup Sampaikan Pesan Ini
MAJE, Kominfo – Rumah milik Misbahul Munir (47), warga RT 6 Desa Sinar Mulya, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, ludes terbakar dalam musibah kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh bangunan beserta harta benda dan dokumen penting milik keluarga tidak dapat diselamatkan.
Rumah berukuran sekitar 7 x 12 meter itu sebagian besar terbuat dari papan sehingga api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena Misbahul Munir bersama keluarga sedang berada di kebun.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kejadian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp75 juta. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga juga kehilangan berbagai dokumen penting yang ikut terbakar.
Misbahul Munir bersama istrinya, Jarneli, dan ketiga anak mereka kini untuk sementara tinggal di rumah mertua sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Menyikapi musibah tersebut, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI turun langsung ke Desa Sinar Mulya untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.
Kehadiran Wabup merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kaur terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Dalam kunjungan tersebut, Abdul Hamid didampingi unsur Baznas, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Kaur.
“Kami ditugaskan oleh Bupati untuk hadir ke Desa Sinar Mulya sehubungan dengan adanya musibah yang melanda warga kita, saudara kita, Pak Munir. Rumahnya terbakar dan habis total” kata Abdul Hamid.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, musibah yang dialami warga merupakan tanggung jawab bersama untuk diringankan melalui kepedulian dan gotong royong.
“Kami hadir atas nama pemerintah daerah. Ada dari Baznas, sosial dan BPBD. Kami hadir untuk membersamai, karena musibah warga kita adalah musibah kita bersama. Apa yang dapat kami bantu dan apa yang dapat kami lakukan, kami lakukan untuk meringankan beban ahli musibah” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga Misbahul Munir menerima sejumlah bantuan. Baznas menyerahkan bantuan berupa dana, Dinas Sosial memberikan sembako, sementara BPBD menyerahkan sejumlah peralatan yang dibutuhkan keluarga korban.
“Dari Baznas ada bantuan dana, kemudian ada sembako. Dari BPBD ada peralatan dan dari sosial juga ada sembako. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban keluarga dalam waktu musibah seperti ini” tutur Abdul Hamid.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran.
Menurutnya, kewaspadaan tidak hanya diperlukan terhadap instalasi listrik, tetapi juga terhadap berbagai sumber api dalam aktivitas sehari-hari, seperti kompor, pembakaran sampah hingga pembakaran lahan.
Abdul Hamid meminta masyarakat melakukan pengecekan dan perawatan instalasi listrik secara berkala. Apabila ditemukan kabel atau instalasi yang tidak memenuhi standar, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak PLN.
“Fasilitas listrik saat ini sudah sangat normal di Kabupaten Kaur dengan adanya gardu induk dan juga jaringan SUTT. Jadi memang harus lebih waspada dan lebih hati-hati dalam memanfaatkan aliran listrik,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat tidak menganggap remeh kondisi kabel atau instalasi listrik yang sudah tidak layak karena dapat memicu korsleting dan berujung pada kebakaran.
“Kalau ada kabel-kabel yang tidak standar, kami harapkan segera menghubungi PLN agar bisa mengecek. Jangan sampai korsleting listrik ini menjadi penyebab musibah atau kebakaran melanda warga kita,” tegasnya.
Tidak hanya listrik, Abdul Hamid juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat menggunakan kompor maupun melakukan aktivitas yang melibatkan api.
“Bukan hanya listrik yang harus kita waspadai. Api yang bersumber dari kompor, pembakaran sampah maupun pembakaran lahan juga harus menjadi perhatian kita bersama” ujarnya.
Peringatan tersebut dinilai penting mengingat saat ini kejadian kebakaran lahan dan hutan juga mulai terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca yang cenderung kering membuat api lebih mudah menyebar apabila tidak diawasi dengan baik.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama pembakaran sampah dan lahan. Setiap aktivitas yang menggunakan api harus diawasi hingga benar-benar padam.
“Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian tidak terkendali dan menimbulkan musibah. Kalau melakukan aktivitas yang menggunakan api, harus benar-benar diawasi dan dipastikan apinya sudah padam. Jangan meninggalkan api begitu saja” pesannya.
Abdul Hamid berharap masyarakat semakin meningkatkan kepedulian dan saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun kebakaran lahan dan hutan.
“Dengan kewaspadaan bersama, mudah-mudahan musibah kebakaran seperti ini tidak kembali terjadi dan kita bisa menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat” pungkasnya. (top)



1.png)

Facebook Comments