Tiga Desa Dicanangkan Jadi Desa CANTIK, Bupati Gusril Tekankan Pentingnya Data

Keterangan Gambar : Foto Bersama usai pencanangan Desa CANTIK (Foto Asnija)


BINTUHAN, Kominfo- Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP mencanangkan tiga desa di Kecamatan Kaur Selatan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa CANTIK), Selasa (21/4/2026) di aula lantai II Setda Kaur

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kaur bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Kaur ini juga dirangkaikan dengan pembinaan statistik sektoral serta sosialisasi Sensus Ekonomi 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tiga desa di Kecamatan Kaur Selatan ditetapkan sebagai desa percontohan, yakni Desa Sukabandung, Desa Pasar, dan Desa Jembatan Dua.

Dalam sambutannya, Bupati Gusril Pausi, S.sos, MAP menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Pembangunan harus dimulai dari fondasi yang paling kuat, yaitu desa. Desa saat ini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek sekaligus penggerak utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola data melalui implementasi Satu Data Indonesia di tingkat desa menjadi langkah strategis yang harus dilakukan. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait keterbatasan kapasitas SDM dan meningkatnya kebutuhan data.

“Di satu sisi permintaan data semakin tinggi, namun di sisi lain kemampuan SDM desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data masih perlu ditingkatkan. Jumlah SDM juga terbatas dan telah dibebani dengan tugas pelayanan masyarakat” jelasnya.

Melalui program Desa CANTIK, diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas statistik aparatur desa sehingga pengelolaan data menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

“Dengan data yang berkualitas, pengambilan keputusan di tingkat desa akan semakin berbasis data yang valid dan terpercaya. Pada akhirnya, pembangunan akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda nasional penting.

“Sensus Ekonomi ini menjadi dasar dalam melihat kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh, mulai dari usaha mikro hingga skala besar. Data ini sangat penting untuk penyusunan kebijakan pembangunan ke depan” ungkapnya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat dan jujur, serta mengajak aparatur pemerintah hingga tingkat desa untuk ikut menyukseskannya.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam mewujudkan Satu Data Indonesia di Kabupaten Kaur sebagai langkah peningkatan transparansi dan akuntabilitas pembangunan.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kaur, Dr. Antoni Pestaria, SE, M.Si menyampaikan bahwa program Desa CANTIK akan terus diperluas ke berbagai desa dan kelurahan.

“Program Desa Cantik akan terus diperluas. Ini tidak hanya meningkatkan kapasitas aparatur desa, tetapi juga membangun budaya sadar data di tengah masyarakat” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem data di tingkat desa.

“Desa Cantik menjadi langkah nyata membangun ekosistem data yang kuat di desa, sehingga setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar statistik yang jelas” pungkasnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.