Gandeng BRIN, Dewi Coryati Buka Bimtek Pembuatan Sabun Cuci Piring

Keterangan Gambar : Foto bersama usai pembukaain Bimtek Pembuatan sabun cuci piring


BINTUHAN, Kominfo- Sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu yang tergabung dalam Komisi X , Hj. Dewi Coryati, M.Si  terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah, khususnya Kabupaten Kaur, Menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia menggelar bimbingan teknis (bimtek) pembuatan sabun cuci piring di Hotel Seven One, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi secara langsung secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi X DPR RI, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.PdI

Sebanyak 100 peserta dari berbagai desa se-Kabupaten Kaur mengikuti kegiatan ini. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha berbasis produk rumah tangga.

Dalam sambutannya, Dewi Coryati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara DPR RI dan BRIN dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan inovasi.

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembuatan sabun ini adalah salah satu peluang usaha yang mudah dijalankan dan memiliki nilai ekonomi” ujar Dewi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis.

“Kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha” tambahnya.

Dewi juga menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Saya meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi yang diberikan narasumber dari BRIN, mulai dari penyiapan bahan baku hingga perhitungan biaya produksi. Semua peserta nantinya juga akan mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun” tegasnya.

Menurutnya, metode pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik ini akan memberikan pengalaman langsung bagi peserta.

“Peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok, dan hasil praktiknya akan dinilai. Ini penting agar peserta benar-benar memahami prosesnya dan siap mengembangkan usaha secara mandiri” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa usaha pembuatan sabun cuci piring memiliki prospek yang menjanjikan.

“Ini merupakan peluang usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang lumayan, dengan biaya produksi yang tidak membutuhkan modal besar, dan hasilnya pun tidak mudah rusak atau kedaluwarsa” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan pelatihan ini bukan tanpa alasan.

“Sabun cuci piring dipilih karena hampir setiap hari digunakan oleh masyarakat, baik di rumah tangga maupun pelaku usaha. Artinya, peluang pasarnya sangat besar dan berkelanjutan” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Bengkulu dan mendapatkan respons positif, sehingga diperluas ke Kabupaten Kaur.

“Melihat peluang tersebut, pelatihan ini kami bawa ke Kaur karena sangat bermanfaat bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang ingin menambah pengetahuan maupun meningkatkan pendapatan” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dewi Coryati berharap  lahir pelaku-pelaku UMKM baru yang kreatif dan mandiri, serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat di Kabupaten Kaur.

Sementara itu, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan yang diinisiasi oleh anggota DPR RI Komisi X ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kaur, khususnya para peserta pelatihan, minimal dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sendiri” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Pelatihan ini sangat relevan karena bahan bakunya mudah didapat dan penggunaannya juga merupakan kebutuhan harian. Ini tentu menjadi peluang yang baik untuk dikembangkan menjadi usaha” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari pelatihan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan ini dan mampu mengembangkannya menjadi usaha nyata. Pemerintah daerah siap mendukung dari sisi pembinaan dan pengembangan ke depan” tegasnya.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari BRIN, Heryoki Yohanes, yang memberikan materi mulai dari teori dasar hingga praktik langsung pembuatan sabun, termasuk teknik pengemasan agar produk memiliki nilai jual lebih. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.