Peringatan Hari Jadi ke-65, Pramuka Didorong Berinovasi dan Dukung Swasembada Pangan

Keterangan Gambar : Sekda kaur saat menajdi irup upacara hari pramuka


BINTUHAN – Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 digelar di Lapangan Merdeka Bintuhan, Kabupaten Kaur, Kamis (27/8/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Ia juga selaku Sekretaris Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kaur.

Sebelum menyampaikan amanat, Nasrur Rahman terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP, yang seyogianya hadir langsung dalam upacara tersebut.

Namun, karena Bupati Kaur sedang menjalankan urusan kedinasan lainnya, kehadirannya kemudian didelegasikan kepada Sekda Kaur untuk mewakili sekaligus menyampaikan pesan Bupati kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka yang hadir.

Dalam pesannya, Bupati Gusril Pausi menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan aset penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter, kemandirian, disiplin, serta rasa tanggung jawab.

Menurutnya, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan kepanduan, tetapi juga menjadi salah satu wadah pendidikan nonformal yang memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian generasi muda.

Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, generasi muda dibekali nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kepedulian sosial, kemandirian dan kecintaan terhadap tanah air.

“Pramuka merupakan aset penting yang harus terus kita dukung karena menjadi salah satu wadah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri dan bertanggung jawab,” demikian pesan Bupati Kaur yang disampaikan melalui Sekda Nasrur Rahman.

Bupati juga berharap Gerakan Pramuka di Kabupaten Kaur terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pendidikan kepramukaan.

Setelah menyampaikan pesan Bupati, Nasrur Rahman kemudian membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026.

Dalam amanatnya, Budi Waseso menyampaikan bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki rasa cinta tanah air.

Dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai pemimpin, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, relawan kemanusiaan hingga berbagai profesi lainnya yang mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma menjadi pedoman penting dalam membentuk pribadi anggota Pramuka agar tangguh menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat serta sejahtera” demikian amanat Budi Waseso yang dibacakan Sekda Kaur.

Dalam amanat tersebut, Budi Waseso juga menekankan peran Gerakan Pramuka dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya swasembada pangan.

Hari Pramuka ke-65 dan Camporee Nasional VII 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita pemerintah Republik Indonesia, khususnya swasembada pangan, energi dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.

Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya.

Karena itu, melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong memiliki budaya produktif, mencintai sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda.

Gerakan Pramuka juga terus mengembangkan pendidikan dari konsep learning by doing menjadi learning, acting and solving, yakni belajar, bertindak, mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata.

Budi Waseso juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, persoalan pangan dan energi hingga perubahan dunia kerja menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda.

Di sisi lain, persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, judi online serta menurunnya kepedulian sosial juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah pendidikan karakter yang mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka sebagai landasan karakter, etika, gotong royong dan semangat kebangsaan.

“Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan” tegas Sekda yang membacakan amanat Budi Waseso

Peringatan Hari Pramuka ke-65  ini, Sekda berharap tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas pengabdian serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda dan kemajuan daerah. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.