MPLS Sekolah Rakyat 14 Kaur Dibuka 30 Juli, Orang Tua Diminta Antar Siswa Mulai 27 Juli
BINTUHAN, Kominfo – Pemerintah Kabupaten Kaur memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik Sekolah Rakyat (SR) 14 Terpadu Kabupaten Kaur akan dibuka pada 30 Juli 2026. Sebelum pelaksanaan MPLS, seluruh orang tua atau wali murid diminta mulai mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah pada 27 Juli 2026 untuk menjalani masa adaptasi di lingkungan sekolah berasrama.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kaur Harles Feferman, SE., MM., kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Harles mengatakan jadwal tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama pihak Sekolah Rakyat 14 Kabupaten Kaur kemarin (Selasa, (14/7/2026). Berdasarkan penyampaian Kepala Sekolah Rakyat, seluruh orang tua atau wali murid diminta mulai mengantarkan anak-anaknya ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, pada 27 Juli mendatang.
"Orang tua diminta mulai mengantarkan anak-anaknya pada 27 Juli. Selanjutnya para peserta didik akan menempati asrama dan menjalani masa adaptasi dengan lingkungan sekolah sebelum MPLS resmi dibuka pada 30 Juli" kata Harles.
Ia menjelaskan, pembukaan MPLS dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP sebagai tanda dimulainya operasional Sekolah Rakyat 14 Kabupaten Kaur.
"Insyaallah Bupati Kaur dijadwalkan hadir untuk membuka kegiatan MPLS pada 30 Juli 2026. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal" ujarnya.
Menurut Harles, saat ini seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat terus dimatangkan. Selain memindahkan sebagian perlengkapan dari lokasi sekolah sementara ke gedung baru di Desa Cucupan, pihak pelaksana juga masih menyelesaikan pekerjaan tahap akhir (finishing) pembangunan.
"Persiapan terus berjalan. Sebagian barang-barang sudah mulai dipindahkan, sementara pelaksana masih menyelesaikan pekerjaan finishing. Kami optimistis saat MPLS dimulai seluruh fasilitas sudah siap digunakan" katanya.
Ia memastikan seluruh sarana dan prasarana, mulai dari ruang belajar, asrama, ruang makan, hingga fasilitas pendukung lainnya akan siap digunakan sehingga para peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Terkait penerimaan peserta didik, Harles mengatakan Kementerian Sosial menetapkan kuota 270 siswa untuk Sekolah Rakyat 14 Kabupaten Kaur, masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA.
Namun, hingga saat ini jumlah peserta didik pada jenjang SD baru mencapai 15 orang, sedangkan kuota jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi.
"Untuk jenjang SD saat ini baru terdapat 15 siswa. Terkait hal itu, kami telah menyampaikan surat kepada Kementerian Sosial untuk mengusulkan agar sisa kuota yang belum terisi dapat dialihkan ke jenjang SMP maupun SMA apabila nantinya tidak dapat terpenuhi" ujar Harles.
Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Kaur, tetapi juga dialami hampir seluruh daerah penyelenggara Program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, banyak orang tua masih merasa berat melepas anak-anak mereka yang baru memasuki usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama, sementara konsep Sekolah Rakyat mengharuskan seluruh peserta didik menjalani pendidikan dengan sistem berasrama.
"Hampir seluruh daerah mengalami kondisi yang sama. Anak-anak usia kelas I SD masih sangat bergantung kepada orang tua sehingga banyak yang belum siap tinggal di asrama. Namun kami akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat Program Sekolah Rakyat" katanya.
Harles optimistis minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat akan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat mengenai program tersebut.
"Kami berharap seluruh persiapan dapat selesai tepat waktu sehingga operasional Sekolah Rakyat 14 dapat berjalan sesuai rencana. Ini merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga seluruh pihak harus mendukung keberhasilannya" demikian Harles. (top)
23.jpg)



1.png)

Facebook Comments