KKN UGM di Kaur Capai 95 Persen, Program Pengabdian Berlanjut hingga 2027

Keterangan Gambar : Foto bersama usai audiensi dengan pihak UGM


 BINTUHAN, Kominfo– Pemerintah Kabupaten Kaur menerima kunjungan silaturahmi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., bersama mahasiswa KKN UGM Yogyakarta. Audiensi yang diterima Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI tersebut menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang telah berlangsung di Kecamatan Kaur Selatan.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa memaparkan capaian dan evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan di Kelurahan Bandar dan Desa Pasar Lama. Hingga saat ini, progres pelaksanaan program telah mencapai sekitar 95 persen dan dijadwalkan berakhir pada 8 Agustus 2026.

Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid mengatakan, kehadiran DPL bersama mahasiswa KKN UGM merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kaur dan UGM dalam mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

"Ini merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah daerah dengan UGM yang sudah terjalin. Kedatangan DPL bersama mahasiswa juga untuk mendiskusikan program kerja pengabdian yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kaur”ujar Abdul Hamid.

Menurutnya, program pengabdian yang dijalankan mahasiswa menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Abdul Hamid berharap sinergi antara Pemkab Kaur dan UGM dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian masyarakat.

"Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kaur dan UGM, termasuk program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa, dapat terus berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi bentuk fasilitasi bagi civitas akademika untuk mengabdi dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat" katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN UGM di Kabupaten Kaur tahun ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada 2024, mahasiswa UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Maje, tepatnya di Desa Linau dan Desa Benteng Harapan.

"Pada 2025 sebenarnya kami juga ingin kembali melaksanakan KKN di Kabupaten Kaur. Namun, saat itu kami sudah lebih dahulu diminta oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk melaksanakan KKN di Kecamatan Ketahun" ujarnya.

Ia mengaku bangga dengan sambutan Pemerintah Kabupaten Kaur maupun masyarakat di lokasi KKN yang dinilai jauh melampaui ekspektasi.

"Kami sangat bangga dengan sambutan dari pemerintah daerah maupun masyarakat di lokasi KKN. Sambutan yang kami terima di luar ekspektasi. Masyarakat terlihat sangat antusias dan mendukung program-program yang dibawa mahasiswa UGM" katanya.

Menurut Ibrahim, keberhasilan pelaksanaan program juga tidak lepas dari kolaborasi mahasiswa dengan para pemuda setempat yang membuat berbagai kegiatan berjalan lebih optimal.

Ia menjelaskan, seluruh program kerja yang dibawa mahasiswa disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apabila terdapat program yang kurang sesuai dengan kondisi lapangan, dilakukan penyesuaian tanpa mengubah tujuan utama pembelajaran.

"Program kerja yang kami bawa memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kalau ada program yang dirasa kurang sesuai dengan kondisi di lapangan, tetap kami laksanakan dengan melakukan modifikasi agar lebih tepat sasaran. Namun, modifikasi tersebut tetap tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran mahasiswa" jelasnya.

Terkait keberlanjutan program, Ibrahim mengatakan UGM berkomitmen terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kaur. Setelah KKN periode ini berakhir, mahasiswa UGM dijadwalkan kembali melaksanakan pengabdian pada periode berikutnya pada bulan desember 2026 di Desa Linau dan Desa Benteng Harapan kecamatan maje untuk melanjutkan program yang belum terlaksana sekaligus mengevaluasi dampak kegiatan yang telah dijalankan oleh Angkatan sebelumnya

Selain itu, pada KKN periode kedua tahun 2027, UGM juga berencana kembali ke Kecamatan Kaur Selatan untuk melanjutkan program pengabdian masyarakat secara berkesinambungan

Bagi Ibrahim, program KKN di Kabupaten Kaur memiliki makna yang lebih dari sekadar tugas akademik. Sebagai putra asli Kabupaten Kaur yang lahir di Gedung Besak, ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi membangun daerah asalnya.

"Saya asli kelahiran Kaur, tepatnya di Gedung Sako. Karena itu, ketika ada kesempatan untuk mengabdi di tanah kelahiran melalui kegiatan KKN UGM, tentu ini menjadi kebanggaan bagi saya. Saya sudah lebih dari 20 tahun berkiprah di UGM dan sekarang saatnya saya bisa memberikan kontribusi untuk daerah asal." Ungkapnya

Ia menegaskan, pengabdian kepada masyarakat melalui KKN menjadi salah satu cara terbaik bagi dirinya untuk memberikan manfaat bagi tanah kelahiran.

"Yang menjadi pemikiran saya, apa yang bisa saya bantu untuk masyarakat Kaur. Setelah lebih dari 20 tahun berkiprah di UGM, saya melihat pengabdian kepada masyarakat seperti KKN inilah salah satu bentuk nyata yang tepat untuk saya lakukan. Melalui kegiatan ini, saya bisa kembali ke tanah kelahiran dan memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat" tandasnya. (top) 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.