Bupati Kaur Serahkan Bantuan Sanitasi untuk Asrama PKLK Pondok Pusaka
BINTUHAN, Kominfo – Pemerintah Kabupaten Kaur bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Bengkulu menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta untuk pembangunan fasilitas sanitasi di Asrama Sekolah Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Pondok Pusaka, Selasa (14/7/2026). Bantuan tersebut terdiri atas Rp35 juta dari BAZNAS untuk pembangunan lima unit sanitasi serta Rp15 juta dari CSR Bank Bengkulu untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang sanitasi.
Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, khususnya yang menempuh pendidikan di Sekolah jenjang SD dan SMP Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Pondok Pusaka.
"Masalah pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Kaur tidak akan pernah surut dari perhatian pemerintah daerah. Meskipun sekarang sudah ada Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Sosial, Kabupaten Kaur juga memiliki SD-SMP PKLK maupun SMP Boarding School. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah terus menghadirkan akses pendidikan bagi seluruh anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun yang memiliki keterbatasan akses" kata Bupati.
Menurutnya, keberadaan berbagai lembaga pendidikan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kaur dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan.
"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Kaur yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena persoalan ekonomi ataupun akses. Pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sarana, prasarana, dan kualitas layanan pendidikan" ujarnya.
Bupati menuturkan, pembangunan fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat sebagian besar siswa PKLK tinggal di asrama karena berasal dari wilayah yang jauh dari sekolah.
"Ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Kaur. Sekolah ini merupakan peninggalan Kepala Daerah sebelumnya Dr. Ir. Hermen Malik, M.Sc. Terlebih anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga kurang mampu sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Bantuan dari BAZNAS dan CSR Bank Bengkulu ini hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan siswa, khususnya sanitasi dan WC" katanya.
Ia menegaskan keberadaan PKLK menjadi salah satu solusi agar tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Kaur yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
"Dengan adanya sekolah ini, tidak ada lagi ruang bagi anak-anak Kaur untuk tidak bersekolah. Pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi dan sumber anggaran dari berbagai pihak agar sekolah ini menjadi sarana pendidikan yang semakin baik bagi anak-anak yang kurang beruntung" ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut memberikan perhatian terhadap keberlangsungan sekolah tersebut.
"Saya sengaja mengajak kepala OPD supaya bisa melihat langsung kondisi sekolah ini agar tumbuh rasa empati. Perhatian terhadap sekolah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab BAZNAS ataupun Bank Bengkulu, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua" tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 36 PKLK Pondok Pusaka, Yunida Mahayati, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kaur, BAZNAS, dan Bank Bengkulu terhadap sekolah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan PKLK Pondok Pusaka menyelenggarakan pendidikan jenjang SD dan SMP dengan masing-masing jenjang satu kepala sekolah. Saat ini jenjang SD memiliki enam rombongan belajar dengan sekitar 50 siswa, sedangkan SMP memiliki tiga rombongan belajar dengan 62 siswa.
Tidak seluruh siswa tinggal di asrama, yang tinggal untuk siswa yang berasal dari daerah yang jauh sehingga tidak memungkinkan untuk pulang pergi setiap hari, sedangkan yang tinggal disekitar sekolah pulang kerumah
Menurut Yunida, pada 2025 bangunan SMP telah memperoleh revitalisasi enam ruang kelas. Namun hingga kini bangunan asrama belum pernah direhabilitasi sejak pertama kali dibangun.
"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sanitasi dan WC dari Pemerintah Kabupaten Kaur, BAZNAS, dan Bank Bengkulu. Kondisi fasilitas sanitasi sebelumnya memang sangat memprihatinkan sehingga bantuan ini sangat berarti bagi kenyamanan anak-anak di asrama" katanya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kaur M. Jalil, S.Pd. Ing mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzaki yang disalurkan untuk program-program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, pada 2025 BAZNAS telah membantu pembangunan sumur bor di PKLK Pondok Pusaka. Tahun ini BAZNAS kembali mengalokasikan Rp35 juta untuk membangun lima unit sanitasi, sementara CSR Bank Bengkulu memberikan bantuan Rp15 juta untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang sanitasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Amanah tersebut kami salurkan untuk berbagai program kebaikan, termasuk peningkatan fasilitas pendidikan. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para siswa dan menjadi amal jariah bagi seluruh muzaki" katanya.
M. Jalil berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan kenyamanan siswa yang tinggal di asrama, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur bersama BAZNAS dan Bank Bengkulu dalam memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Kaur. (top)
22.jpg)



1.png)

Facebook Comments