Kejar Target Zero Stunting, Kaur Perluas Locus Penanganan Stunting

Keterangan Gambar : Foto Bersama Peserta Rembug Stunting


Kominfo- Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting, dinas Kesehatan menggelar rembuk stunting di gedung Bussines Development Centre  padang Kempas, Kamis (7/4/2022).

Rembuk stunting dengan tema “Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten kaur tahun 2022” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH didampingi Wakil Bupati Herlian Muchrim, ST dan Sekda Dr. Drs. Ersan Syahfiri, MM.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Kaur prevalensi berada di angka stunting 11.3 pesen, dibawah rata-rata nasional yang mempunyai target 14 persen di tahun 2024 nanti, bahkan angka tersebut selain terendah di Provinsi Bengkulu juga terendah seluruh Indonesia

“Dengan angka 11, 3 persen kita jangan terlalu berpuas diri terus lakukan terobosan, cari lagi data-data dan kasus secara terperinci, pastikan bahwa angka tersebut riil, jangan hanya berdasarkan data, bila kita lansanakan yang disampaikan dengan benar biasa jadi kita mendapat angka lebih kecil lagi atau lebih besar” ujar Bupati

Bupati juga manambhakan stunting adalah sebuah kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak, akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.Sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya, dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Upaya untuk menurunkan stunting bukan hanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saja tetapi juga berkaitan dengan air bersih, sanitasi yang layak, ketahanan pangan keluarga dan pola asuh dalam keluarga. Sehingga menurutnya semua sektor termasuk tim penggerak PKK juga mempunyai andil dalam penurunan stunting,” Kata Bupati

Permasalahan stunting terjadi sejak janin sampai anak berusia 2 tahun, atau yang lebih dikenal dengan periode 1.000 Hari pertama kehidupan, yang merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan tubuh dan otak seorang anak.Anak yang tumbuh dengan stunting akan mengalami masalah perkembangan kognitif dan psikomotor. Oleh sebab itu kata Bupati, stunting sangat penting untuk dicegah. Karena dampak stunting sangat sulit untuk diperbaiki, dan dapat merugikan masa depan seorang anak.

Dalam penuntasan stunting Bupati meminta agar semua OPD terkait untuk mencari langkah strategis, kemudian dirumuskan dengan data didukung dengan pendanaan agar target Zero Stunting seperti yang diminta pusat bisa terwujud dikabupaten kaur

“posisi kita sekarang di bawah standar nasional , data kembali lebih detail per desa, cari apa penyebabnya,  apakah sesuai dengan tanda-tanda  stunting, menggunakan metode  cara penanganan lebih beretika, dan yang tak kalah penting  bersinergi dengan OPD terkait untuk penanganan stunting di Kabupaten Kaur” Ujar Bupati

Sementara Kepala, Darmawansyah S.IP, MM mengatakan di Kabupaten Kaur dalam penangananan stunting ada 20 desa Locus yang menjadi prioritas dan akan diperluas lagi untuk mengejar target zero stunting dengan perluasan sebanyak 50 Desa locus.

Darmawansyah menyebutkan untuk menurunkan stunting perlu integrasi antara intervensi spesifik yang dilakukan oleh bidang kesehatan dan intervensi sensitif yang dilakukan oleh non kesehatan.

“Karena itu bicara stunting bukan hanya soal gizi tetapi juga soal lain misalnya air bersih, sanitasi layak dan lain-lain. Jadi perlu konvergensi stunting yang melibatkan semua sektor terkait dan masyarakat,” ujar Darmawansah

Lebih lanjut Darmawansyah menambahkan ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar semua proses penanggulangan stunting bisa berjalan sukses yakni komitmen bersama, kampanye, korvegensi program, akses pangan bergizi dan monitoring program.

“Untuk mempermudah pemahaman, setiap pelaku serta memfokuskan kegiatan konvergensi pencegahan stunting didesa bagi sasaran rumah tangga, dan beberapa intervensi diantaranya konseling gizi terpadu, air bersih dan sanitasi, jaminan sosial dan kesehatan, pendidikan anak usia dini dan kesehatan ibu dan anak,” tutupnya. (tp)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.