Angkat Kearifan Budaya Kaur, Disperpusip Gelar Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal

Keterangan Gambar : Foto bersama peserta Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal


BINTUHAN, Kominfo — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Budaya Lokal bertema Khasanah Lokal dan Kearifan Budaya Kaur” di Gedung Sentra Kuliner, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan. Peserta terdiri dari guru, pustakawan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap literasi dan pelestarian budaya daerah.

Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kaur, Salehjon, M.Pd.  yang dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya Kaur melalui jalur literasi.

“Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi saat ini, budaya lokal perlahan mulai mengalami ketergerusan. Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, melalui bimtek ini kami ingin budaya Kaur tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga didokumentasikan melalui tulisan” ujar Salehjon.

Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menulis para penulis pemula sekaligus mendorong lahirnya karya-karya tulis kreatif yang mengangkat sejarah, adat istiadat, tradisi, serta potensi pariwisata lokal Kabupaten Kaur.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir penulis-penulis berbakat dari Kaur yang mampu menulis tentang daerahnya sendiri. Banyak potensi lokal yang bisa diangkat menjadi karya, baik sejarah, budaya, cerita rakyat maupun destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kaur” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, bimtek menghadirkan narasumber Guru SMPN 36 PKLK  Tasman, M.Pd yang akan memberikan materi terkait teknik penulisan berbasis budaya lokal, penggalian sejarah daerah, serta penyusunan karya tulis yang menarik, informatif, dan bernilai dokumentatif.

Selain sebagai penguatan kapasitas menulis, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menggali potensi daerah melalui karya tulis kreatif yang berbasis pada identitas budaya lokal.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di daerah serta lahirnya penulis-penulis berbakat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari bimtek, karya tulis terbaik peserta nantinya akan dipilih untuk dicetak dan diterbitkan. Hasil karya tersebut kemudian akan disampaikan kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi hasil penulisan berbasis budaya lokal dari Kabupaten Kaur.

Salehjon berharap, melalui tema Khasanah Lokal dan Kearifan Budaya Kaur, kegiatan ini mampu memperkuat budaya literasi masyarakat sekaligus menjadi ruang pelestarian budaya melalui tulisan.

“Budaya harus terus dijaga. Salah satu cara merawatnya adalah dengan menulis. Ketika budaya ditulis, maka ia akan tetap hidup, bisa dibaca lintas generasi, dan dikenal lebih luas oleh masyarakat” tutupnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.