Buka Akses 9.000 Jiwa, Bupati Gusril Resmikan Jembatan Garuda Tahap VI

Keterangan Gambar : Bupati Kaur saat meresmikan Jembatan Garuda Tahap VI di Desa Sukajaya


NASAL, Kominfo– Jembatan Garuda Tahap VI di Desa Sukajaya, Dusun Sidorejo, wilayah Desa Persiapan Mekar Jaya, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, resmi diresmikan Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., Selasa (22/9/2026). Kehadiran jembatan ini membuka akses penting bagi masyarakat yang diperkirakan mencapai sekitar 9.000 jiwa.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Gusril, didampingi Komandan Koramil 408-02/Kaur Utara Lettu Inf. Haryanto, Kapolsek Nasal AKP Kosseri, S.H., Camat Nasal, serta masyarakat setempat.

Jembatan tersebut menjadi akses penting masyarakat Dusun Sidorejo untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi, khususnya membawa hasil perkebunan.

Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis Garuda merupakan program pembangunan infrastruktur jembatan perintis, gantung maupun beton yang dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah dan TNI Angkatan Darat untuk membuka serta memperkuat konektivitas masyarakat di berbagai wilayah.

Danramil 408-02/Kaur Utara, Lettu Inf. Haryanto, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya menghadirkan akses infrastruktur yang lebih layak bagi masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI ini merupakan hadirnya negara di tengah masyarakat” ujar Haryanto.

Ia menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk menggantikan akses masyarakat yang sebelumnya masih menggunakan jembatan darurat, sekaligus memperlancar mobilitas warga, akses anak-anak menuju sekolah, pelayanan kesehatan serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, pembangunan jembatan dilakukan dengan semangat gotong royong melalui sinergi TNI dan masyarakat. Untuk Jembatan Garuda di Dusun Sidorejo sendiri, proses pembangunannya berlangsung sekitar tiga bulan.

“Jembatan yang dibangun selama tiga bulan ini merupakan jembatan keempat yang dibangun Korem 041/Garuda Emas melalui Kodim 0408/BSK” jelasnya.

Haryanto berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan tersebut sehingga dapat terus dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini. Karena jembatan ini dibangun untuk kepentingan masyarakat, mari kita sama-sama menjaganya agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama” pesannya.

Kepala Desa Sukajaya, Muchlisin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Korem 041/Garuda Emas, Kodim 0408/BSK serta Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah berkolaborasi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Menurut Muchlisin, jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat Dusun Sidorejo untuk menjalankan berbagai aktivitas.

“Jembatan ini merupakan akses masyarakat di Sidorejo, mulai untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan maupun membawa hasil perkebunan” ungkap Muchlisin.

Ia mengatakan, keberadaan jembatan baru tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas sehari-hari dan mengangkut hasil perkebunan.

Muchlisin menambahkan, pembangunan akses menuju wilayah tersebut juga telah dilakukan secara bertahap. Pada 2025, sepanjang sekitar 720 meter badan jalan telah dilakukan pembukaan.

Namun, pihaknya masih berharap adanya alokasi anggaran untuk peningkatan jalan tersebut sehingga akses yang sudah terbuka dapat semakin baik dan mudah dilalui masyarakat.

“Kami masih mengharapkan ke depan bisa dialokasikan anggaran untuk dilakukan peningkatan jalan yang sudah dibuka” harapnya.

Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI dapat direalisasikan setelah pemerintah desa menyampaikan kebutuhan terkait kondisi jembatan lama yang sudah hampir tidak layak digunakan.

“Ini adalah program percepatan Bapak Presiden, yang menyasar kebutuhan masyarakat di desa-desa. Kebetulan Kepala Desa Sukajaya menyampaikan kondisi jembatan yang sudah hampir tidak layak. Alhamdulillah, melalui program percepatan pembangunan, jembatan ini dapat kita bangun” ujar Bupati.

Menurut Bupati, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk perhatian negara kepada masyarakat sekaligus hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Jembatan Garuda Tahap VI ini merupakan bentuk perhatian negara kepada masyarakat. Ini adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat” katanya.

Bupati menegaskan, dalam situasi keuangan daerah saat ini, pemerintah daerah tentu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan masyarakat. Karena itu, kolaborasi seperti pembangunan Jembatan Garuda menjadi penting untuk mempercepat hadirnya infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

“Dalam situasi keuangan yang ada, pemerintah daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti inilah yang bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat” ungkapnya.

Ia berharap, jembatan baru sebagai pengganti jembatan lama yang telah dimakan usia tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga meningkatkan perekonomian, memperlancar akses pendidikan anak-anak dan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan serta memenuhi kebutuhan lainnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa program pembangunan jembatan masih terbuka bagi desa-desa yang memiliki kebutuhan serupa.

“Kalau masih ada program jembatan, silakan disampaikan. Kepada para kepala desa yang membutuhkan bantuan untuk perbaikan jembatan, programnya masih berlanjut” katanya.

Bupati Gusril kemudian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Garuda Tahap VI agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Jembatan ini dibangun untuk kita semuanya. Mari bersama-sama memelihara dan menjaganya. Kalau ada bagian atau baut yang rusak, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti. Dengan begitu, jembatan ini bisa awet dan terus digunakan masyarakat,” pungkas Bupati (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.