847 Mahasiswa UNIB KKN di Kaur, 93 Desa Jadi Lokasi Pengabdian
BINTUHAN, Kominfo– Sebanyak 847 mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kaur untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 108 Tahun 2026. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan pengabdian masyarakat selama 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dan ditempatkan di 93 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Kaur.
Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Eng. Ir. Dedi Suryadi, S.T., M.T., kepada Pemerintah Kabupaten Kaur yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kaur, Ir. Herwan, M.Si, Kamis (18//6/2026) dihalaman Setda Kaur
Dalam laporannya, Prof. Dedi Suryadi menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rombongan di Kabupaten Kaur bertujuan untuk menyerahkan secara resmi mahasiswa peserta KKN yang akan mengabdi di Bumi Se'ase Sehijean.
Menurutnya, para mahasiswa yang diterjunkan berasal dari seluruh fakultas yang ada di Universitas Bengkulu, yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
"Seluruh fakultas yang ada di Universitas Bengkulu terlibat dalam pelaksanaan KKN ini. Kami berharap keberagaman disiplin ilmu yang dimiliki mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Kaur, khususnya bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN," ujar Prof. Dedi.
Ia menjelaskan, variasi keilmuan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta memberikan solusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Selain itu, Prof. Dedi mengingatkan seluruh mahasiswa agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat tempat mereka melaksanakan KKN.
"Saya minta seluruh mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat, menghormati adat istiadat dan tata krama setempat. Jaga nama baik Universitas Bengkulu dengan perilaku yang santun dan bertanggung jawab sehingga pelaksanaan KKN dapat berjalan lancar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," pesannya.
Ia juga meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kaur, khususnya para kepala desa dan perangkat desa, untuk turut membimbing dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
"Para mahasiswa ini masih berada pada usia muda yang penuh semangat dan energi untuk berkarya. Namun mereka tentu masih memiliki keterbatasan pengalaman di lapangan. Karena itu kami berharap para kepala desa dan perangkat desa dapat membimbing, mengarahkan, serta mendampingi mahasiswa selama melaksanakan KKN," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Dedi menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN telah mendapatkan pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Pembekalan tersebut diberikan agar mahasiswa mampu menyusun dan melaksanakan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa juga akan mendapatkan pendampingan dari 19 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas melakukan pembinaan, pemantauan, serta evaluasi terhadap program-program yang dijalankan.
"Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa telah dibekali berbagai materi terkait pelaksanaan KKN. Kami juga menugaskan 19 Dosen Pembimbing Lapangan yang akan terus memantau dan mengarahkan program-program yang dilaksanakan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat" jelasnya.
Prof. Dedi juga meminta kepada seluruh DPL untuk menjalankan tugas pendampingan secara maksimal agar mahasiswa dapat melaksanakan program kerja dengan baik dan tepat sasaran.
"Kami berharap para Dosen Pembimbing Lapangan dapat membimbing dan mendampingi mahasiswa dengan baik selama berada di lokasi KKN. Kehadiran DPL sangat penting untuk memberikan arahan, solusi, serta memastikan program-program yang dijalankan mahasiswa dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat" tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dedi turut mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan KKN Kolaborasi yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila).
"Insyaallah dalam waktu dekat akan ada KKN kolaborasi. Mahasiswa dari Universitas Lampung akan bergabung bersama mahasiswa Universitas Bengkulu dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan program-program yang lebih inovatif dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat" katanya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Kaur, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kaur, Ir. Herwan, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bengkulu yang kembali mempercayakan Kabupaten Kaur sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kaur, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Universitas Bengkulu yang telah mempercayakan daerah kami sebagai tempat pengabdian bagi para mahasiswa. Selamat datang kepada seluruh mahasiswa di Bumi Se'ase Sehijean" ujar Herwan.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Universitas Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Kaur terkait pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan daerah.
Menurutnya, salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut adalah penempatan mahasiswa KKN di Kabupaten Kaur yang tersebar di berbagai desa.
Herwan mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema "Pengelolaan Sampah dan Penciptaan Lingkungan Bersih yang Berkelanjutan". Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Tema ini sangat relevan dan strategis. Kebersihan bukan hanya sekadar urusan membuang sampah pada tempatnya, melainkan cerminan dari peradaban dan kualitas hidup suatu masyarakat" katanya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual, agen perubahan (agent of change), dan generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di desa.
"Saya menitipkan beberapa pesan kepada seluruh mahasiswa selama melaksanakan tugas di desa. Pertama, jadilah motor penggerak kebersihan. Bantu masyarakat mengurai berbagai persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. Edukasi warga tentang pentingnya memilah sampah mulai dari rumah tangga dan menyelesaikan persoalan sampah organik dari sumbernya. Berikan contoh nyata melalui kegiatan kerja bakti dan kampanye peduli lingkungan" pesannya.
Selain itu, Herwan juga meminta mahasiswa menghadirkan inovasi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat setelah program KKN berakhir.
"Jangan hanya membersihkan lingkungan untuk sementara waktu. Ciptakan inovasi yang dampaknya bisa diteruskan oleh masyarakat setelah KKN selesai, seperti pembentukan bank sampah desa, pemanfaatan limbah menjadi pupuk kompos, maupun edukasi kebersihan kepada anak-anak sekolah sejak dini" ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat selama menjalankan pengabdian.
"Selama bertugas, beradaptasilah dengan adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. Ingat pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Komunikasikan setiap program kerja dengan baik bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat. Kesuksesan program KKN sangat bergantung pada kolaborasi dan dukungan masyarakat setempat" tegasnya.
Di akhir sambutannya, Herwan berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik almamater selama berada di lokasi KKN.
"Jadikan pengalaman KKN ini sebagai wadah untuk menempa mental, memperluas empati, dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat" tutupnya. (top)
5.jpg)



1.png)

Facebook Comments