Wagub dan Bupati Optimis Angka Stunting di Kabupaten Kaur Bisa Turun Lagi
Kominfo- Ketua TPPS Provinsi Bengkulu yang juga Wakil Gubernur Dr. H. Rosjonsyah, S.I.P., M.Si melakukan Kunjungan kerja perdana dalam rangka pertemuan konsolidasi dan pemantapan tim percepatan stunting di kabupaten kaur dan upaya percepatan penurunan stunting, Senin (14/11/2022) di gedung serbaguna padang kempas
Kehadiran mantan Bupati Kabupaten Lebong Dua periode ini disambut oleh Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH didampingi Wakil Bupati Herlian Muchrim, ST yang juga ketua TPPS Kabupaten
Dalam arahannya Wakil Gubernur mengatakan persoalan stunting bukan hanya sekedar persoalan fisik anak saja tapi yang paling penting persoalan adalah tentang tanggung jawab bersama tentang masa depan generasi emas bangsa ini. dengan tanggung jawab tersebut perlu adanya kerjasama untuk mencegah serta menurunkan angka stunting.
“Dalam menyongsong masa depan, kita harus optimis dalam mencegah stunting ini, dengan kolaborasi antar instansi ini kita yakin kedepan angka stunting ini turun dibawah target nasional. Anak-anak adalah generasi penerus kita semua mari kita jaga dan rawat mereka” Ujar Wagub
Selaku selaku ketua TPPS Stunting Provinsi Bengkulu, Wagub juga menyampaikan pertemuan konsolidasi dan Pemantapan tim percepatan penurunan stunting kabupaten kaur tahun 2022 yang di inisiasi perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dapat menjadi langkah yang baik dalam menurunkan prevalensi stunting serta melakukan pencegahan.
“Adapun pada hari ini kita berkomitmen untuk memahami serta mengimplementasikan Perpres No 72 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, berkoordinasi dan langkah-langkah strategi yang sudah dilaksanakan kepada semua unsur yang terlibat, keterpaduan kegiatan baik secara kewialayahan maupun sektor pendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kaur secara khusus” Tambah Wagub
Wagub juga mengatakan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada 2018, sedangna provinsi bengkulu ada di angka 22 % dan target tahun 2023 berada di angka 14%
“Dan mengapa saya datang perdana ke kaur karena dari 10 kabupaten/kota Kabupaten ini berada di posisi paling rendah angka prevalensi stuntingnya, berada di angka 11 %, tadi kita juga sudah mengukuhkan bapak asuh stunting dari tujuh OPD yang nantinya akan berkolaborasi mengintrevensi dengan program-programnya untuk penurunan stunting, dan saya yakin angka stunting di kabupaten kaur bisa turun lebih kecil lagi” Tutur Wagub
Sementara itu, Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH dalam arahanya mengatakan angka prevalensi stunting kabupaten kaur yang ada di angka 11 % dengan adanya kolaboransi dengan BKKBN dan stake holder lainnya angka stunting di kabupaten apling ujung ini pada 2023 bisa turun di angka dibawah 10 %
“untuk itu TPPS Provinsi dan TPPS kabupaten harus terus bekerja keras vuntuk melakukan upaya penurunan angka stunting di kabupaten kaur “ Ujar Bupati
Bupati selaku Ketua Tim Pengarah TPPS juga meminta kepada kepala desa, kader keluarga, kader posyandu jika menemukan warga yang dicurigai terindikasi stunting untuk segera melaporkan agar segera ditangani dan dipastikan sejak dini. (094)




1.png)

Facebook Comments