TPID Kendalikan Inflasi Daerah Dengan Strategi 4K

Keterangan Gambar : Foto Bersama Peserta High Level Meeting TPID


Kominfo- Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Kaur melalui  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan (High Level Meeting/HLM) di Aula lantai II Sekretariat Daerah, Kamis (9/10/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Syahlejon, M.Pd, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Kepala BPS Kabupaten Kaur, serta kepala OPD yang tergabung dalam TPID.

Dalam arahannya, Asisten II menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi seluruh pihak dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, di kabupaten kaur, meskipun hingga saat ini belum ada keiankan harga yang signifikan dari berbagai komoditi.

“Upaya pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi antara aparat, pelaku usaha, dan masyarakat agar harga tetap stabil dan stok bahan pokok aman. Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat meskipun harga-harga di Kabupaten Kaur masih tergolong stabil,” tegas Asisten II

Asisten II juga meminta perangkat daerah terkait untuk aktif memantau perkembangan harga di pasar, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta segera melakukan langkah antisipatif jika terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Sementara itu, Andi Burhanudin Sultan Ekonom Bidang Ekonomi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemkab Kaur dalam menggelar koordinasi tingkat pimpinan untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

“Bank Indonesia terus mendorong sinergi antara TPID kabupaten dengan TPID provinsi. Upaya menjaga inflasi tidak hanya untuk kestabilan harga komoditas yang ada dengan menggunakan Strategi 4K yakni memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,, tetapi juga untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar perwakilan BI Bengkulu.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dan langkah konkret di lapangan sangat dibutuhkan untuk menekan potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun.

“Langkah seperti memastikan stok pangan mencukupi, menjaga kelancaran distribusi, dan memperluas kegiatan pasar murah sangat penting untuk stabilitas harga,” tambahnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.