Saluran Irigasi Rusak, BBU Padi dan 120 H Lahan Pertanian Terbengkalai

Keterangan Gambar : Foto Bersama di BBU Nasal


Kominfo- Usai melakukan peninjauan ke Bendungan Cawang Kidau, Asisten II Pemda Kaur Arsal Adelin, M.Pd bersama Staf Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Rizki Hermawan, SE.I., M.P, dan Dosen Pertanian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Ir. Elpawati, M.P didampingi Plt. Kadis Pertanian Lianto,SP, Kadis PUPR Ismawar Hasdan,ST, Sekdin Pertanian Hamedi Diandri,S.Hut, Sekretaris Bappeda Litbang Elpi Sofyan, S.Sos dan Kabid Kabid E-Goverment dinas Kominfosantik Hamidi, S.Pd, SH meninjau Balai Benih Utama (BBU) Padi, Kamis (24/3/2022) di desa sukutiga Kecamatan Nasal

Dalam paparannya Plt. Kepala Dinas Pertanian Lianto, SP menyampaikan bahwa BBU sudah ada sejak 14 tahun yang lalu, namun empat tahun terakhir ini terbengkalai karena tidak berfungsinya saluran irigasi

“Lahan BBU sudah empat tahun tidak berfungsi, karena saluran irigasi tetutup sendimentasi akibat banjir dan longsor, tidak hanya BBU tapi 120 hektar lahan pertanian milik masyarakat juga terbengkalai karena tidak berfungsinya saluran irigasi” papar Lianto

Lianto menambahkan tidak hanya BBU dan lahan masyarakat, Balai benih ikan yang juga berada disitu, saat ini juga tidak bisa beroperasi maksimal pembudidayaan ikan dari 100% hanya dapat digunakan 20% yang berfungsi, karena kurang pasokan air yang berasal dari irigasi tersebut, dirinya juga sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR untuk melakukan normalisasi, namun masih terkendala pembiayaan

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Benih Utama Padi (BBUP) Nasal, Miwi Yerni,SP  selama empat tahun BBU tidak bisa beropreasi karena tidak berfungsinya irigasi, namun dirinya  akan terus berusaha  pengelolaan BBUP kedepan akan jauh lebih maksimal.

“untuk solusi agar BBU bisa di optimalkan keberadaannya, hanya dengan perbaikan irigasi, namun kami memiliki opsi sementara agar BBU bisa berjalan dengan mengalihfungsikan menjadi lahan pengembangan tanaman holtikultura, seperti cabai,” ungkapnya

Sementara itu, Staf Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Rizki Hermawan, SE.I., M.P, akan menyampaikan permaslahan yang ada di BBU Nasal tersebut ke Kementerian Pertanian RI untuk dicarikan solusi, namun dirinya juga berharap adanya kolaborasi dari stakeholder seperti PUPR untuk bersama-sama mencarikan jalan keluar tertutupnya saluran irigasi di BBU dan BBI Nasal. (tp/mediacenter)

 

 

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.