Rembug Stunting, Strategi Konvergenci Turunkan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Ketua TPPS Bersama Stakeholder usai kegiatan Rembug


Kominfo- Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten menggelar rembuk stunting di ruang kerja Wakil Bupati Kaur, Selasa (12/7/2022), Rapat dipimpin Langsung oleh Ketua TPPS Herliam  Muchrim, ST yang juga Wakil Bupati Kaur

Dalam Arahannya Ketua TPPS Kabupaten Kaur menyampaikan bahwa Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 22, 7%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020- 2024, yakni 14%. Berangkat dari situlah, TPPS Kabupaten Kaur mengadakan rembug stunting dengan menggandeng lintas sektor terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan

Ketua TPPS juga menambahkan stunting adalah sebuah kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak, akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.Sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya, dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

“Upaya untuk menurunkan stunting bukan hanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saja tetapi juga berkaitan dengan air bersih, sanitasi yang layak, ketahanan pangan keluarga dan pola asuh dalam keluarga. Sehingga menurutnya semua sektor mempunyai andil dalam penurunan stunting,” Kata Herlian Mucrim

Permasalahan stunting terjadi sejak janin sampai anak berusia 2 tahun, atau yang lebih dikenal dengan periode 1.000 Hari pertama kehidupan, yang merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan tubuh dan otak seorang anak.Anak yang tumbuh dengan stunting akan mengalami masalah perkembangan kognitif dan psikomotor. Oleh sebab itu kata Bupati, stunting sangat penting untuk dicegah. Karena dampak stunting sangat sulit untuk diperbaiki, dan dapat merugikan masa depan seorang anak.

Dalam penuntasan stunting Ketua TPPS meminta agar semua OPD terkait untuk mencari langkah strategis, kemudian dirumuskan dengan data didukung dengan pendanaan agar target Zero Stunting seperti yang diminta pusat bisa terwujud di kabupaten kaur

“posisi kita sekarang di bawah standar nasional , data kembali lebih detail per desa, cari apa penyebabnya, apakah sesuai dengan tanda-tanda stunting, menggunakan metode cara penanganan lebih beretika, dan yang tak kalah penting bersinergi dengan OPD terkait untuk penanganan stunting di Kabupaten Kaur” Ujar Ketua TPPS

Ketua TPPS juga mengatakan di Kabupaten Kaur dalam penangananan stunting ada 20 desa Locus yang menjadi prioritas dan akan diperluas lagi untuk mengejar target zero stunting dengan perluasan sebanyak 50 Desa locus

Lebih lanjut Ketua TPPS menambahkan ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar semua proses penanggulangan stunting bisa berjalan sukses yakni komitmen bersama, kampanye, korvegensi program, akses pangan bergizi dan monitoring program. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.