Kabupaten Kaur Targetkan Kategori Pratama Kabupaten Layak Anak
Kominfo- Dalam rangka memperkuat komitmen dan mendorong Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) untuk berperan secara langsung dalam pengembangan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Kaur, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten kaur mengelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) 2024. Jum’at (3/5/2024) di gedung Serbaguna padang kempas
Sekda Kaur Dr. Drs. Ersan Syahfiri, MM selaku Koordinator/Penanggung Jawab Gugus Tugas KLA yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lianto, SP dalamsambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur menyambut baik dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2024 Ini,
“ini adalah sebagai langkah awal kita bersama untuk mensinergikan serta mengkolaborasikan seluruh sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya dari semua unsur yang ada, dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap Anak di Kabupaten Kaur” Ucap Asisten II
Asisten II menuturkan Pemerintah melalui kementerian pemberdayaan perempuan telah melaksanakan penilaian Kabupaten Layak Anak Tahun 2022, kebijakan ini bertujuan untuk mesinergikan sumber daya Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih di pastikan dan dapat terpenuhi.
“Rakor ini di nilai penting, karena data yang ter input di aplikasi penilaian KLA kementerian pemberdayaan perempuan unukkabupaten kaur masih di bawah nilai status pratama yaitu berada di nilai 300 an sedangjkan bobot penilaian KLA yakni kategori Pratama dengan bobot nilai 500-600, kategori Madya dengan bobot nilai 601-700. Kategori Nindya dengan bobot nilai 701-800, kategori Utama dengan bobot nilai 801-900, dan kategori Kota Layak Anak dengan bobot nilai 901-1.000” papar Asisten II
Dikatakan Asisten Gugus Tugas KLA memiliki peran strategis dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak
“ini semua butuh Komitmen dan peran. Serta tersusunnya rencana tindaklanjut dalam rangka percepatan capaian pengembangan KLA di Kabupaten Kaur” Ujar Asisten II
Asisten II berharap kabupaten kaur pada 2024 bisa mendapat bobot penilaian KLA kategori Pratama
“Sudah menjadi kewajiban kita bersama tentunya, untuk menjadikan Kabupaten Kaur ini sebagai Kabupaten Layak Anak, DP2KBP3A selaku leading sektor untuk lebih proaktif, bila erlu lakukan jemput bola untuk melakukan pengisian indikator yang dibutuhkan ” Tegas Asisten II
Asisten II juga berharap kepadOPD yang terlibat pada gugus tugas KLA untuk segera melakukanpengisian data indikator penilaian yang dibutuhan, karena pada akhir Mei ini akan dilakukan verivikasi oleh Kementeraian kementerian pemberdayaan perempuan
Sementaraitu, Kepala DP2KBP3A Siswan, S.PKP mengatakan indikator penilaian yangdibutuhkan pada peinalain KLA ada lima klaster diantaranya Klaster I : Hak-hak Sipil dan Kebebasan,Klaster II : Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Klaster III : Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Klaster IV : Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya, Klaster V : Perlindungan Khusus serta Desa Layak Anak dan Kecamatan Layak Anak
“Dan untuk memenuhi seluruh klaster-klaster atau bisa disebut point-point tersebut, DP2KBP3A dengan OPD harus bersinergi dan berkolaborasi Sehingga target yang disiapkan bisa cepat terealisasi” Ujar Siswan. (top)
13.jpg)



1.png)

Facebook Comments