Jadi Komoditas Ekspor, Petani Naga Rantai Budidaya Talas Beneng

Keterangan Gambar : Bupati saat melakukan panen perdana daun talas beneng di didasa naga rantai


Kominfo- Bupati Kaur H. Lismidianto SH, MH melakukan panen perdana daun talas beneng di kecamatan Padang Guci Hulu tepatnya di desa naga rantai, Senin (10/10/2022). Talas beneng (xanthosoma undipes) yang merupakan singkatan besar dan koneng yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning merupakan variates talas yang berasal dari Kabupaten pandeglang Provinsi Banten menjadi salah satu komoditi bahan pangan pokok yang memailiki nilai ekonomis

Direktur PT Albaba Rahman Idi, SE, M.Si yang merupakan mitra petani talas beneng yang hadir pada kegiatan panen perdana daun talas di desa naga rantai tersebut mengatakan untuk di desa naga rantai saat ini sudah ada Empat Hektare lahan yang ditanami talas beneng sebanyak 38.000 batang dan di kelola oleh 140 petani

“Untuk pemasaran, perusahaan kami siap menempung hasil tanaman masyarakat, seperti yang kita laksanakan hari ini, panen daun talas beneng, rumah produksi kami di Bengkulu Selatan siap menampungnya” ujar Rahman

Rahman menambahkan talas beneng selain dimanfaatkan umbinya untuk bahan pangan (tepung) yang turunnya banyak sekali seperti untuk bahan baku beras analog, mie, aneka kue dan lain sebagainya, juga  dimanfaatkan daunnya yang digunakan pada industri rokok sebagai pewngganti tembakau ataupun campuran tembakau

“untuk permintaan pasar daun talas beneng saat ini terbanyak dari australia, untuk daunnya kita bisa panen saat tanaman umur empat bulan dan umbinya saat umur dua tahun” terang Rahman

Rahman juga mengatakan PT Albaba siap mendirikan rumah produksi di kabupaten kaur bila sudah ada lahan seluas 10 H berproduksi, karena saat ini di Provinsi Bengkulu sudah ada empat Kabupaten diantaranmya Kabupatewn bangekulu tengahm Seluma, Bengkulu slatan dan termasauk Kaur yang bekerjasama dengan PT Albaba membudidayakan talas beneng,

”Talas beneng sangat cocok dibudidayakan di naga rantai karena murah, mudah dan manfaat, untuk kedepan batang dan pelepas talas beneng juga akan dimanfaatkan menjadi pupuk dan pakan ternak, namun saat masih sedang diteliti” pungkas rahman

Sementara itu, Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH mengapresisasi desa nagarantai yang sudah membudidayakan talas beneng yang memiliki nilai ekonomis dan merupakan komoditas ekspor

“Ini perlu dikembangkan di kecamatan lain, karena kalau melihat penjelasan Direktur Albaba sangat berpotensi, kita tidak hanya menanam saja tapi pasar untuk menjual sudah ada melalui PT Albaba” ujar Bupati

Bupati juga meminta kepada dinas terkait untuk memfasilitasi budidaya talas beneng, bila perlu melakukan kerjsasama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat

“Pemerintah daerah siap untuk melakukan budidaya dan mengajak masyarakat, asal perusahaan siap menampung hasilnya nanti, bila perlu kita lakukan kerjasama, dan PT Albaba segera mendirikan rumah produsksi bila syarat yang disampaikan tadi sudah terpenuhi” tambah Bupati usai melakukan panen perdana daun talas beneng. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.