Dikunjungi Kementan RI, Bupati Harapkan Ada Perubahan Disektor Pertanian
Kominfo- 2.000 hektar lebih hamparan sawah yang memiliki potensi untuk mengembangkan komoditi pangan di cawang kidau, namun masih kurangnya sarana prasarana pendukung, salah satunya jembatan penghubung dan juga masih belum meratanya saluran irigasi, sehingga membuat lahan tersebut masih belum bisa diolah secara maksimal
Hal tersebut disampaikan Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH saat membuka kegiatan Pemaparan Program Pertanian dan Program Pembangunan Irigasi Pertanian Tahun Anggaran 2022 dan Prioritas Tahun Anggaran 2023 oleh Direktur Pembiayaan Pertanian dan Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Jum’at (25/3/2022) di Aula Lantai Tiga Pemda
Bupati menambahkan, selain 2.000 H lahan yang telah di kunjungi oleh Staf Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Rizki Hermawan, SE.I., M.P, dan Dosen Pertanian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Ir. Elpawati, M.P, kabupatenh Kaur juga masih memiliki lahan yang belum tergarap dan direncanakan akan menjadi food estate di Kabupeten Kaur
“masih ada lahan seluas 3.200 H yang bisa untuk mengembangkan tanaman jagung dan porang, kalau yang di cawang kidau selain untuk komoditi tanaman pangan, budidaya ikan air tawar juga memiliki potensi, namun semuanya butuh dukungan pembiayaan dari Kementerian Pertanian dan stakehoder terkait lainnya” ujar Bupati
Bupati berharap dengan hasil kunjungan tersebut dukungan dari kementerian RI sangat dibutuhkan, selain dukungan pendanaan juga di butuhkan dukungan alsintan dan dukungan stake holder laininya agar cita-cita kabupaten kaur bisa menjadi lumbung padi dan lumbung ikan bisa terwujud
Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Dyah Susilokarti, MP yang memaparkan Program Irigasi Pertanian TA 2022 dan Prioritas TA. 2023 melalui virtual menyampaikan di tahun 2022, kementerian pertanian mengalokasikan anggaran untuk Kegiatan Irigasi Pertanian Pengelolaan Air Irigasi untuk Pertanian Kab.kaur senilai Rp, 989.000.000,00 diantaranya untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Irigasi Perpompaan, Irigasi Perpipaan dan Embung Pertanian, sedangkan untuk tahun anggaran 2023 untuk Pengelolaan Air Irigasi senilai Rp. Rp 2,592,000,000.00 yang dialokasikan untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Irigasi Perpompaan Irigasi Perpipaan dan Embung Pertanian
Sementara itu Staf Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Rizki Hermawan, SE.I., M.P dalam paparanya menyampaikan potensi yang ada dikabupaten kaur masih sangat luas, dan butuh dikembangkan, perlu dukungan dari Kementar RI, dan pihaknya siap berkomitmen agar potensi yang ada kaur disingkronkan dengan alokasi anggara yang ada di Kementerian Pertanian RI. (tp/mediacenter)
.jpg)



1.png)

Facebook Comments