16.jpg)
Keterangan Gambar : Bupati Kaur dan Ketua TP PKK selaku orang tua asuh saat menyerahkan Makanan Tambahan kepada Balita berisiko Stunting
Cegah Stunting, Bupati dan Ketua TP PKK Kaur Jadi Orang Tua Asuh Balita Berisiko
Kominfo- Pemerintah Kabupaten Kaur kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kaur Ny. Poppy Tatriansi Gusril resmi menjadi orang tua asuh pada program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai bagian dari program intervensi spesifik yang digalakkan di seluruh kecamatan.
Program ini bertujuan memberikan pendampingan khusus, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemantauan kesehatan secara berkala bagi balita yang masuk kategori stunting. Sebagai orang tua asuh, bupati dan Ketua TP PKK akan terlibat langsung dalam memastikan bantuan gizi, vitamin, serta dukungan keluarga berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
“Ini bukan sekadar program, tetapi bentuk tanggung jawab kita semua untuk memastikan anak-anak Kaur tumbuh sehat dan memiliki masa depan cerah. Kami berharap langkah ini memotivasi seluruh pihak untuk bersama-sama menuntaskan stunting,” ujar Bupati, rabu (26/11/2025) di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal
Ketua TP PKK Kabupaten Kaur yang turut mendampingi juga menyampaikan bahwa PKK akan terus memperkuat edukasi gizi keluarga, pemenuhan pangan bergizi seimbang, serta peran kader di desa.
“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan perhatian dan pendampingan yang layak. Program orang tua asuh ini menjadi upaya nyata agar anak-anak yang rentan bisa segera pulih,” jelasnya.
Melalui gerakan ini, Ketua TP PKK berharap semakin banyak pihak baik OPD, organisasi perempuan, komunitas, dan dunia usaha yang tergerak untuk menjadi orang tua asuh, sehingga target penurunan stunting dapat tercapai lebih cepat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayan Perempuan dan perlindungan Anak kabupaten Kaur Evana Toursyahdia,S.IP mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan inovasi dari instansi yang ia pimpin, dalam rangka percepatan penurunan stunting berupa Gebyar Inovasi Percepatan Penurunan Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) “KB Gisai Stunting” (Kolaborasi Gerakan Intervensi Spesifik Atasi Stunting) serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kepada Balita Risiko Stunting
“yang dilakukan pada gerakan ini berupa pemberian makanan tambahan bagi balita , ibu hamil dan menyusui yang berisiko stunting di dua kecamatan yaitu Kecamatan Maje dan Kecamatan Nasal” Ungkap Evana
Evana menambahkan Program KB Gisai stunting ini mulai dilaunching hari ini di dua kecamatan sebagai tahap awal dan akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan lainnya. Pemberian PMT difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang, peningkatan status kesehatan balita, serta dukungan bagi ibu hamil dan menyusui agar memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat.
“Untuk Genting, Bupati dan Ketua TP PKK juga telah berperan serta dalam gerakan ini, mereka memberikan bantuan berupa makanan tambahan kepada dua balita anak asuhnya dengan TB/U (Tinggi Badan Menurut Umur) sangat pendek, dan akan diberikan selama tiga bulan kedepan” Tambahnya
Ia juga berharap kolaborasi pemerintah, kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat akan semakin meningkatkan kesadaran serta komitmen bersama dalam menuntaskan stunting di daerah.
Dalam kesempatan tersebut selain penyerahan bantuan berupa makanan tambahan, juga di lakukan penyerahan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat dan bantuan Kelambu dari BPJS Kesehatan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI selaku Ketua TPPS, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten I, Kepala OPD, Kepala BPJS kesehatan, Camat dan APDESI (top)



1.png)

Facebook Comments