Capaian Vaksinasi PMK Kaur Masih Rendah

Keterangan Gambar : Foto Bersama Perwakilan kepala desa usai kegiatan KIE


Kominfo- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kaur menggalar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Advokasi Penyakit Mulut dan Kuku bagi perwakilan Kepala Desa dan Camat se-Kabupaten Kaur, Rabu (30/11/2022) di Gedung Bussines development Center Pondok Pusaka

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu drh. Indah Permatasari, MM selaku pembicara pada kegiatan tersebut, kepada kominfo mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengumpulkan camat dan perwakilan kepala desa sebagai langkah dan upaya pemerintah dalam menaikan capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Kaur

“Capaian vaksinasi PMK di kabupaten kaur masih terhambat dengan populasi ternak yang dikembangkan dengan secara liar (tidak dikandang) makanya kita meminta dukungan dari bapak camat dan bapak kepala desa untuk bekerja sama dengan petugas agar menghimbau kepada masyarakat bahwa vaksinasi PMK itu penting untuk pencegahan penularan penyakit PMK” Ujar drh. Diah

Tanpa adanya kerjasama antara petugas, Camat, Kepala desa dan Perengkatnya lanjut Diah, kegiatan vaksinasi dilapangan akan sulit dilakukan karena keterbatasan petugas yang melakukan vaksinasi

drh. Diah berharap dengan diadakannya kegiatan ini, capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Kaur dan tentunya Provinsi Bengkulu bisa tinggi, dimana semua populasi ternak di bumi se’ase se’ijean ini bisa tervaksin

“Kalaupun nantinya masih ada ternak yang terinveksi kita bisa melakukan layanan kesehatan hewan, dengan KIE ini masyarakat bisa sadar bahwa vaksinasi  PMK itu sangat penting “ tambah Diah

Drh. Diah juga menyampaikan bagi peternak yang ternaknya terjangkit PMK pemerin\btah pusat akan memberikan bantuan dengan nominal 10 juta rupiah untuk Sapi/kerbau, sedangkan kambing 1,5 juta

“Untuk tahun 2022 ini Kabupaten Kaur sudah mengusulkan kurang lebih 30 ekor masyarakat yang ternaknya terjangkit PMK untuk mendapat bantuan tersebut, dan nantinya bantuan akan disampaikan ke rekening masing-masing peternak dengan syarat ternaknya mati akibat terinveksi PMK atau potong bersyarat dengan bukti hasil visum dari dokter hewan” terang drh. Diah

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kaur drh. Rahmad Fajar menyampaikan sesuai data dari data  iSikhnas (Integrated Sistem Kesehatan Hewan Nasional.) pertanggal 28/11/2022 jumlah kasus PMK di kabupaten kaur berada di angka 2215 ekor dengan tingkat kematian 23 ekor dan 9 ekor dipotong, sedangkan yang dalam pemulihan 113 ekor

“Untuk angka kematian akibat PMK di kaur cukup rendah, diangka 1,14 persen” Ujar drh. Rahmad

Disinggung mengenai capaian vaksinasi PMK, drh Rahmad mengaku dengan populasi 38.771 ekor, capain vaksinasi baru diangka 9,25 persen atau sejumlah 3588 dosis untuk seluruh kecamatan di kabupaten kaur

“Capaian memang sanagt rendah, makanya kita selenggarakan KIE ini untuk menyampaikan kepada masyarakat tenatang pentingnyq vaksinasi PMK” pungkas drh Rahmad. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.