68 Tapak Tower Belum Tuntas, April Deadline
Kominfo- Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH yang didampingi Sekda Dr. Drs. Ersan Syahfiri, MM memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Tentang Pembahasan Progres dan Kendala Pembangunan SUTT 150 kV Manna Bintuhan serta Rencana Pengoperasian Gardu Induk Bintuhan Pembahasan Kesiapan Layanan PLN Selama Pembangunan Menjelang Pengoperasian Gardu Induk Bintuhan, Senin (6/3/2023) di aula lantai tiga setda,
Turut hadir dalam rakor tersebut secara Virtual Deputi bidang koordinasi infrastruktur dan transportasi kementrian koordinasi bidang kemaritiman dan investasi RI, Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan Fahmi Kuncoro, Manager PLN UP3 Bengkulu Candra Afeli, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Bengkulu Budi Herman, SH, MH, Manager PLN ULP Bintuhan Sandi, Tim KJPP, Kepala Opd , Camat , kepala desa dan maysralat terdampak pembangunan tapak SUTT 150 KV Manna- Bintuhan
Bupati Kaur dalam arahannya mengatakan pemerintah Kabupaten kaur sangat mendukung pembangunan SUTT 150 KV Manna-Bintuhan dan juga berharap untuk segera terselesaikan pembangunan jaringan tersebut, segera beroperasinya gardu induk guna memenuhi kehandalan listrik dan menggerakkan ekonomi di kabupaten kaur.
“Saat ini khususnya di kabupaten kaur permasalahan listrik masih menjadi permasalahan utama yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, yang mana sering sekali terjadi pemadaman listrik baik karena kondisi cuaca maupun pemadaman karena rendahnya tegangan karena pasokan listrik masih bergantung pada gardu induk manna bengkulu selatan” Ujar Bupati
Bupati menambahkan hari ini pemerintah kabupaten kaur mengundang pemilik lahan yang terdampak pembangunan tapak SUTT 150 KV untuk berkoordinasi dan mendiskusikan dalam mencari solusi guna peyelesaian permasalahan yang selama ini masih menghambat dalam pembangunan ini sehingga pembangunan SUTT bisa segera dilaksanakan oleh pihak PLN dan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana
“harapan kami, seluruh masyarakat yang saat ini masih belum menerima hasil perhitungan ganti rugi tapak SUTT untuk segera memutuskan, karena ini berhubungan dengan kepentingan orang banyak, dan apabila nanti masih belum ada titik temu, pemerintah akan mengambil langkah terakhir dengan melakuklan konsinyasi, yaitu penitipan uang ganti rugi ke Pengadilan Negeri setempat lantaran pemilik lahan tidak sepakat dengan jumlah ganti rugi yang ditawarkan” Ujar Bupati
Bupati berharap pembangunan Tapak tower SUTT bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, agar gardu induk segera bisa difungikan sehingga permasalahan litrik di kabupaten kaur bisa segera teratasi
Sementara itu, Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan Fahmi Kuncoro mengatakan tapak menara SUTT 150 KV Manna –Bintuhan dimana ada 203 tapak dari GI Manna menuju GI Bintuhan, dan untuk Kabupaten Kaur ada 120 tapak dan baru dibebaskan sebanyak 52 tapak, 68 tapak lagi hingga hari ini masih belum terselesaikan akibat masih banyak masyarakat yang menolak atau belum menerima besaran ganti rugi pembangunan tapak tower
“kami mengharapkan kerjasama dari bapak ibu pemilik lahan semuanya, agar segera menyetujui hasil perhitungan ganti rugi tapak SUTT yang telah ditentukan oleh KJJP, karena bila tidak segera diselesaikan hingga bulan April mendatang penganggaran akan bergeser pada tahun 2024, sehingga permasalah listrik di kabupaten kaur tidak segera terselesaikan “ terang Fahmi
Fahmi menambahkan hingga saat ini peroses pembanunan gardu induk PLN yang ada di bintuhan telah mencapai 90 persen, tinggal menunggu penyelesaian pembanguan tower SUTT yang saat ini masih tyerkedala dengan pembebasan Tapak SUTT
“bila semuanya sudah selesai otomatis kehandalan suplai listrik di kabupaten kaur semakin bagus, dengan handalnya listrik nantinya pasti akan berdampak pada masuknya investor kesini, dan tentu akan meningkatkan PAD” pungkas Fahmi. (094)
6.jpg)



1.png)

Facebook Comments