138 Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Ikuti Suluk Ramadan
Kominfo- Wakil Bupati Kaur Herlian Mucrim, ST menghadiri Pembukaan kegiatan Khalwat Fijawat (suluk) 1445 H / 2024 M Perkumpulan Pengajian Ilmu Tassawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia Asuhan Buya Syehk Muhammad Rasyidsyah Fandy, Kamis (14/3/2024) di Gedung Pengajian Ilmu Tasawwuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Desa Aur Ringit Kecamatan Tanjung Kemuning
Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 10 hari dimulai pada tanggal 14 Maret 2024/3 Ramadhan 1445 H - 24 Maret 2024/13 Ramadhan 1445 H ini diikuti oleh 138 orang yang berasal dari Dalam dan Luar Provinsi Bengkulu pada
Wakil Bupati Kaur, Sdr. Herlian Muchrim, S.T dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh Perkumpulan Pengajian Ilmu Tassawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia, sekalgus mengucapkan selamat datang kepada para jamah yang akan mengikuti Khalwat Fijawat.
“Kegiatan suluk ini merupakan kegiatan yang sangat positif, oleh sebab itu Pemkab Kaur mendukung kegiatan yang bertujuan meningkatkan keimanan serta keagamaan, selaras demngan salah satu visi dan misi kabupaten kaur yaitu BERSERI” Ungkapnya
Dikatakan Wabup, kegiatan Khalwat Fijawat (Suluk) ini dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang ajaran agama dengan cara mendekatkan diri dengan cara Berzikir serta dengan kegiatan ini kita dapat memperkuat silaturahmi serta mendorong dan membantu pemerintah Kabupaten kaur menjadi lebih baik kedepannya.
“harapan Kami selaku pemerintah Daerah agar para peserta Suluk dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan ajaran Guru besar Khalwat Fijawat (Suluk) serta peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan lancar, kepada panitia pelaksana kegiatan agar memperhatikan kesehatan peserta dan lakukan koordinasi dengan Tim Kesehatan” ujar Wabup
Sementara itu, Pengasuh Suluk Buya Syeh Ali Idris mentakan bahwa Khalwat Fijawat (Suluk)adalah kegiatan mengasingkan diri dari keramaian dan mendiami suatu tempat yang sunyi dan tenang untuk mengerjakan amal ibadah seperti berdzikir, mengerjakan shalat, berpuasa, beristighfar, merenungi dan memohon ampunan kepada tuhan atas semua dosa dan kesalahan, memohon keselamatan dunia dan akhirat.
“Tata cara yang baku harus dipegang teguh oleh jama’ah Thariqat Naqsyabandiyah dari dulu hingga sekarang dan harus mengikuti bimbingan serta arahan seorang guru” Ujarnya
Dirinya Berharap setelah kegiatan suluk ini peserta dapat kembali ke daerah masing - masing dengan hati yang bersih. (top)
9.jpg)



1.png)

Facebook Comments