11.jpg)
Keterangan Gambar : Bupati Kaur saat menghadiri Paripurna Istimewa mendengarkan pidato kenegaraan ( Foto IST/ Frank ADC)
Usai Dengarkan Pidato Presiden, Ini Pesan Bupati Kaur di HUT ke-81 RI
BINTUHAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026). Dalam agenda tersebut, jajaran DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kaur mengikuti penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2026.
Rapat paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kaur Januardi dan dihadiri Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., Ketua TP-PKK Kabupaten Kaur Popy Tatriansi Gusril, Ketua GOW Kabupaten Kaur Popi Anggraeni, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur, Ketua Dharma Wanita Persatuan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh kepala OPD, kepala badan, para camat, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto disampaikan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dilansir dari laman resmi Sekretariat Negara (setneg.go.id), dalam pidatonya Presiden Prabowo mengingat kembali momen ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia” ujar Presiden.
Presiden Prabowo kemudian menegaskan kembali sumpah yang telah diucapkannya untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia” tegas Presiden.
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI di tingkat nasional turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Hadir pula sejumlah duta besar negara sahabat, para pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih.
Sementara di Kabupaten Kaur, pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa berlangsung khidmat. Seluruh peserta mengikuti pidato kenegaraan Presiden sebagai bentuk penghormatan terhadap agenda ketatanegaraan sekaligus momentum refleksi perjalanan bangsa dalam memperingati kemerdekaan.
Usai mengikuti dan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP mengatakan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi menjadi ruang untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan.
Menurut Gusril, 81 tahun Indonesia merdeka merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, persatuan, pengorbanan, dan kerja keras para pendahulu bangsa.
“Momentum ini bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi menjadi ruang untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan. Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan perjuangan, persatuan, pengorbanan, dan kerja keras” ujar Gusril kepada sejumlah awak media.
Ia menegaskan, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati dengan mengenang jasa para pahlawan. Semangat perjuangan tersebut harus diteruskan melalui kerja nyata, pengabdian, dan upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang jasa para pahlawan, tetapi tentang bagaimana kita meneruskan perjuangan mereka dengan bekerja, mengabdi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah” tegasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kaur, lanjut Gusril, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan, kekompakan, pelayanan yang tulus, serta pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Perbedaan jabatan maupun bidang tugas harus menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam mewujudkan pembangunan daerah.
“Perbedaan jabatan dan tugas bukanlah alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, seluruh unsur pemerintahan harus menjadi satu kekuatan untuk membawa Kabupaten Kaur semakin maju, mandiri, sejahtera, dan bermartabat” katanya.
Gusril berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kaur untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan gotong royong, serta bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus melaju, bersatu membangun negeri. Kemerdekaan adalah warisan para pejuang, sedangkan kemajuan adalah tanggung jawab kita bersama” pungkasnya. (top)



1.png)

Facebook Comments