Tuntaskan Pengabdian di 93 Desa, 853 Mahasiswa KKN UNIB dan Unila Resmi Ditarik dari Kabupaten Kaur

Keterangan Gambar : Foto bersama mahasiswa KKN


BINTUHAN, Kominfo– Sebanyak 853 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu (UNIB) dan Universitas Lampung (Unila) resmi mengakhiri masa pengabdian di Kabupaten Kaur. Penarikan mahasiswa digelar di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kaur, Jumat (31/7/2026).

Mahasiswa yang ditarik terdiri atas 847 mahasiswa Universitas Bengkulu dan enam mahasiswa Universitas Lampung yang mengikuti program KKN kolaboratif di Kecamatan Maje. Selama 45 hari, sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026, para mahasiswa menjalankan pengabdian di 93 desa yang tersebar di 11 kecamatan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bengkulu atas komitmennya menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Kaur melalui program KKN.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Universitas Bengkulu, sivitas akademika, dan seluruh jajaran. Program KKN ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kaur dengan Universitas Bengkulu" kata Abdul Hamid.

Ia berharap pengabdian yang telah dilaksanakan mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

"Kami berharap pengabdian yang telah dilaksanakan para mahasiswa dapat memberikan dampak positif, baik bagi daerah maupun bagi mahasiswa itu sendiri. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan warna baru melalui berbagai program, inovasi, dan pemberdayaan yang bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN" ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, kolaborasi mahasiswa di setiap desa diharapkan mampu memperkuat pembangunan berbasis masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah.

Wakil Bupati juga mengapresiasi Universitas Lampung yang turut mengirimkan enam mahasiswa untuk berkolaborasi bersama mahasiswa UNIB di Kecamatan Maje selama pelaksanaan KKN.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Lampung yang telah mempercayakan enam mahasiswanya untuk berkolaborasi bersama mahasiswa Universitas Bengkulu. Semoga kolaborasi ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi antarpenguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah" katanya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, penempatan mahasiswa di desa, maupun fasilitas yang diterima mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN masih terdapat kekurangan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan KKN ke depan semakin baik. Kami berharap program ini dapat terus berkesinambungan" ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar terus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

"Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus siap menghadapi tantangan masa depan. Jadikan pengalaman selama KKN sebagai bekal untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kaur akan terus mendukung program-program KKN Universitas Bengkulu sebagai bagian dari sinergi yang telah terjalin dengan baik," kata Abdul Hamid.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Eng. Ir. Dedi Suryadi, ST, MT, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kaur, para camat, kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN.

Menurut Dedi, berdasarkan hasil analisis LPMPP, keberadaan 847 mahasiswa yang tersebar di 93 desa selama 45 hari memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp1,25 miliar.

"Program KKN tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun harapan kami, manfaat tersebut tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Program-program yang telah dijalankan diharapkan terus memberikan dampak terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan" ujarnya.

Ia mengatakan LPMPP akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan KKN agar program kerja mahasiswa semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi atau mengirim mahasiswa untuk memperoleh nilai akademik. Program ini harus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman, sedangkan masyarakat merasakan dampak positif dari program yang dijalankan," katanya.

Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap atau tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.

"Mahasiswa kami masih dalam proses belajar. Apabila selama pelaksanaan KKN ada hal yang kurang berkenan, kami memohon maaf. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kaur karena selama pelaksanaan KKN tidak ada permasalahan yang berarti. Ini menunjukkan terjalinnya hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat" ujarnya.

Di tempat yang sama, Tim Sentra KKN Universitas Lampung, Ridho, S., mengatakan keterlibatan enam mahasiswa Unila merupakan implementasi kerja sama bilateral antara Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu.

Menurutnya, dipilihnya Kecamatan Maje sebagai lokasi penempatan mahasiswa bukan tanpa alasan. Salah satu desa di kecamatan tersebut memiliki bank sampah yang berhasil mengolah limbah menjadi produk kerajinan anyaman bernilai ekonomis. Produk tersebut bahkan telah mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Lampung maupun Rektor Universitas Bengkulu yang turut membelinya sebagai bentuk dukungan terhadap karya masyarakat.

"Kami melihat potensi pengelolaan sampah di Kecamatan Maje sangat baik dan sejalan dengan program pengabdian Universitas Lampung. Karena itu, enam mahasiswa kami ditempatkan di lokasi tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama bilateral antara Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu" kata Ridho.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaur dan Universitas Bengkulu yang telah menerima serta mengayomi mahasiswa Universitas Lampung selama mengikuti program KKN.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaur dan Universitas Bengkulu yang telah menerima dan membimbing mahasiswa kami selama pelaksanaan KKN. Dukungan tersebut membuat mahasiswa dapat belajar, beradaptasi, dan menyelesaikan pengabdian kepada masyarakat dengan baik" ujarnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.