SRT 1 Kabupaten Kaur Resmi Beroperasi, 259 Siswa Jalani MPLS Perdana di Sekolah Berbasis Asrama

Keterangan Gambar : Foto bersama usai penyematan atribut MPLS secara simbolis


TETAP, Kominfo – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kaur resmi memulai operasionalnya dengan menggelar Open House dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kampus SRT 1 Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., serta dihadiri Anggota DPR RI Erna Sari Dewi, Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M, Perwakilan Kementerian Sosial RI sekaligus Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kaur Tommy Heryanto, jajaran Forkopimda,Kepala Dinas Sosial Probvinsi Bengkulu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Sebanyak 352 peserta didik akan menempuh pendidikan di SRT 1 Kabupaten Kaur. Jumlah tersebut terdiri atas 259 peserta didik baru, yakni 19 siswa jenjang SD, 150 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, serta 93 siswa existing. Seluruh peserta didik akan mengikuti pendidikan berbasis asrama yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung oleh negara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya.

"Kalian harus percaya diri. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Buktikan bahwa kalian mampu bersaing dengan siapa pun melalui kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi" kata Abdul Hamid di hadapan ratusan peserta didik.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kaur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya Sekolah Rakyat ini. Kehadirannya bukan sesuatu yang terwujud secara instan, tetapi melalui proses panjang, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, Kementerian Sosial, serta berbagai pihak lainnya" ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mulai digagas pada akhir tahun 2024 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Ia berharap cita-cita Pemerintah Kabupaten Kaur yang sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan melalui hadirnya Sekolah Rakyat.

"Semoga cita-cita Pemerintah Kabupaten Kaur yang selaras dengan cita-cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencerdaskan anak-anak bangsa benar-benar terwujud. Tidak boleh ada lagi batasan dalam memperoleh pendidikan. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu kini dapat bersekolah dan menikmati fasilitas yang disediakan negara. Ini adalah bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama" katanya.

Ia berharap jargon 'Sekolah Rakyat, Cerdas Bersama Tumbuh Setara' dapat diwujudkan melalui lahirnya generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Sosial RI sekaligus PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kaur Tommy Heryanto mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Republik Indonesia yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial sebagai leading sector.

Menurut Tommy, program tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang layak kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Tahun ajaran 2026/2027 menjadi langkah penting dimulainya penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan berkualitas," ujarnya.

Tommy juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah dengan penuh tanggung jawab.

"Kalian adalah generasi pilihan yang mendapatkan kesempatan untuk mengubah masa depan melalui pendidikan. Tidak semua anak memperoleh kesempatan seperti ini. Karena itu, hormati guru, rajin belajar, tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dan jangan pernah berhenti bermimpi" pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Tommy mengajak seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang inklusif.

"Mari kita terus bergandengan tangan menciptakan pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak Indonesia sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depannya hanya karena keterbatasan ekonomi" ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kaur Selvi Maryati, M.Pd., mengaku bangga sekaligus bersyukur dipercaya memimpin sekolah tersebut.

Menurutnya, amanah itu menjadi tanggung jawab besar untuk menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik.

"Ini merupakan amanah yang sangat besar. Kami akan menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing" kata Selvi.

Ia menjelaskan, sekolah tersebut sebelumnya bernama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 14 Kabupaten Kaur, namun kini resmi berubah menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kaur setelah dilakukan penataan administrasi oleh pemerintah.

Selvi mengatakan Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga perlengkapan belajar disediakan oleh pemerintah.

Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi amanat Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa "Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara."

"Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan" ujarnya.

Selvi juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Erna Sari Dewi yang berkolaborasi dengan Bupati, Wakil Bupati dan jajaran yang telah memperjuangkan hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur, serta kepada Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Erna Sari Dewi, Kepada Bapak Gusril Pausi, dan Bapak Abdul Hamid yang telah memperjuangkan hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur dan kepada Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah menyediakan lokasi pembangunan sekolah ini. Tanpa dukungan semua pihak, sekolah ini tidak akan terwujud, katanya.

Ia menjelaskan, rangkaian MPLS telah dimulai sejak 27 Juli 2026 melalui registrasi dan penyerahan peserta didik dari orang tua kepada pihak sekolah. Selanjutnya, seluruh siswa menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.

Pembukaan MPLS secara resmi dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) dan akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026.

Selama kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah yang baru selesai dibangun, fasilitas pendidikan dan asrama, tata tertib, budaya belajar, hingga pembinaan karakter sebagai bekal menjalani kehidupan di Sekolah Rakyat.

"Kami berharap seluruh peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan pemerintah secara bertanggung jawab. Semoga semua sarana ini dapat dikelola dengan baik sehingga terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya" ujarnya.

Selvi juga mengajak para orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah dalam mendidik putra-putri mereka.

"Kami mohon kepada seluruh orang tua untuk mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Insya Allah mereka akan kami didik dan kami bina dengan sepenuh hati, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian" katanya.

Kepada para peserta didik baru, Selvi berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan penuh semangat dan rasa syukur.

"Ikutilah MPLS dengan riang gembira. Nikmati kesempatan bertemu teman-teman baru, belajar dengan tekun, dan buktikan kepada Indonesia bahwa prestasi bisa lahir dari mana saja. Rawat dan manfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan negara dengan sebaik-baiknya. Kesempatan ini adalah jalan bagi kalian untuk mengubah masa depan" tutupnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.