Kaur Jadi Lokasi Perdana Gebyar Semarak Merah Putih 2026
BINTUHAN, Kominfo– Kabupaten Kaur menjadi lokasi perdana pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih 2026, program pesta rakyat resmi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–29 Agustus 2026 tersebut akan dipusatkan di Lapangan Merdeka Kaur dengan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pasar murah bersubsidi, bazar UMKM, perlombaan, jalan santai hingga hiburan masyarakat.
Persiapan pelaksanaan kegiatan dibahas dalam rapat di ruang kerja Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si. dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu Desman Siboro, S.H., serta unsur terkait lainnya.
Bupati mengatakan Kaur dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih sebelum kegiatan serupa nantinya dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Bengkulu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bengkulu yang telah menggagas program pesta rakyat tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat dalam memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga memiliki nilai pelestarian budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kita mengapresiasi Gubernur Bengkulu yang telah menggagas kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih ini. Kegiatan ini bukan hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya dan tentunya menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM” ujar Gusril.
Karena menjadi pelaksanaan perdana, ia meminta seluruh masyarakat dan pihak terkait memberikan dukungan agar kegiatan tersebut berjalan sukses.
Menurut Bupati, keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Selain bazar, pasar murah juga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau.
Ia juga mendorong pihak penyelenggara menghadirkan artis ternama untuk meningkatkan animo masyarakat. Menurutnya, kehadiran artis dapat menjadi daya tarik sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi pelaku UMKM.
Bupati berkaca pada pengalaman Festival Gurita Kaur yang sebelumnya menghadirkan penyanyi Resa Herlambang dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Kalau melihat pengalaman Festival Gurita ketika kita menghadirkan Resa Herlambang, animo masyarakat cukup tinggi. Karena itu, untuk kegiatan ini kalau memungkinkan kita juga menghadirkan artis yang dikenal masyarakat” katanya.
“Kegiatan ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi kita juga ingin perekonomian bergerak. UMKM harus mendapatkan dampak. Kalau masyarakat ramai datang, tentu peluang transaksi bagi pelaku usaha juga semakin besar” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu Desman Siboro mengatakan pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih di Kaur merupakan kegiatan perdana yang nantinya akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa di daerah lain.
“Kegiatan di Kabupaten Kaur ini merupakan yang perdana. Nantinya kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya” kata Desman.
Desman menjelaskan rangkaian kegiatan di Kaur akan melibatkan pemerintah daerah, OPD, pelaku usaha dan masyarakat. Pasar murah bersubsidi akan melibatkan sejumlah supplier di daerah dengan harga yang berada di bawah harga pasar.
Selain itu, disiapkan bazar UMKM sekitar 20 tenant lengkap dengan tenda, kursi dan fasilitas pendukung. Jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai antusiasme pelaku UMKM.
Berbagai perlombaan juga akan digelar, diantaranya lomba tari, mewarnai dan memasak antarkelompok OPD dan masih banyal lagi. Kegiatan tersebut diarahkan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Untuk lomba memasak, kebutuhan bahan dapat dibelanjakan dari UMKM lokal dengan mekanisme yang terlebih dahulu dikoordinasikan. Panitia juga menyiapkan bazar pelayanan perizinan bagi UMKM yang belum memiliki izin usaha. Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan jalan santai dan hiburan masyarakat hingga malam hari.
Desman mengatakan, pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah. Menurutnya, pemerintah provinsi berkaca pada pelaksanaan Festival Tabot yang dengan dukungan anggaran relatif sama mampu mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp20 miliar.
“Kita berkaca pada pelaksanaan Tabot. Dengan anggaran yang kurang lebih sama, perputaran ekonominya bisa mencapai sekitar Rp20 miliar. Harapan kita, kegiatan ini juga bisa memberikan dampak ekonomi, meskipun mungkin perputarannya tidak sebesar Tabot,” ujar Desman.
Menurut dia, besarnya perputaran ekonomi bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang terpenting, kegiatan tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Memang kita tidak berharap perputaran ekonominya sama persis seperti Tabot, tetapi paling tidak kegiatan ini memberikan dampak. Ada transaksi, ada UMKM yang berjualan, ada masyarakat yang datang dan ada aktivitas ekonomi yang bergerak. Di sisi lain, kegiatan ini juga sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya. (top)
17.jpg)



1.png)

Facebook Comments