Gelar HLM TPID dan TP2D, Pemkab Kaur-Perbankan Perkuat Strategi Stabilkan Harga dan Dorong Ekonomi

Keterangan Gambar : Foto bersama usai penandatanganan penandatanganan komitmen implementasi E-Sease Split serta Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan jasa keuangan pada Pemerintah


BINTUHAN, Kominfo— Pemerintah Kabupaten Kaur memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan jajaran perbankan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kaur, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen implementasi E-SEASE Split serta Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan jasa keuangan pada Pemerintah Kabupaten Kaur bersama Bank BPD, BRI, Bank Mandiri dan BNI.

Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan traktor roda empat sebagai bagian dari Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah yang dijalankan oleh Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Bantuan sarana pertanian tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Hamparan Pamah Unak untuk mendukung aktivitas dan produktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Kaur.

Tampak turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Kaur AKBP Wiwin Syamsul Arifin, S.I.K., M.A.P., Kajari Kaur Ivan Hebron Siahaan, S.H., M.H. , Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu Hendra Gunawan, S.E., M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur, para Asisten, Staf Ahli Bupati, perwakilan perbankan, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur.

Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. mengatakan, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menggali berbagai peluang kerja sama dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini banyak hal penting yang kita bahas, terutama bagaimana membangun kerja sama untuk menstabilkan harga dan mengangkat perekonomian di Kabupaten Kaur” ujar Gusril.

Menurutnya, Kabupaten Kaur memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan hingga perikanan. Potensi tersebut perlu dikelola melalui kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya antarpihak di dalam daerah, tetapi juga dengan kabupaten dan kota lainnya.

Bupati mencontohkan, kerja sama antardaerah dapat dilakukan melalui penguatan produksi dan distribusi komoditas pangan, seperti beras, ikan, daging dan telur. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga.

“Kolaborasi ini tidak hanya dibangun di dalam Kabupaten Kaur. Kita juga perlu membangun kerja sama dengan kabupaten dan kota lain, sehingga distribusi komoditas dan kestabilan harga dapat terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Kaur akan meningkatkan koordinasi dan pertemuan bersama pihak terkait guna menggali potensi kerja sama yang selama ini belum dikembangkan secara optimal.

“Banyak hal yang selama ini belum tersentuh. Kita hanya menunggu dan menerima informasi. Sekarang kita mencoba menggali kerja sama ini dan menemukan hal-hal penting lainnya yang bisa kita kembangkan untuk mengangkat perekonomian Kabupaten Kaur” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah menyelenggarakan HLM TPID dan TP2DD. Menurutnya, pengendalian inflasi memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian inflasi ini sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Harga barang dan jasa kita jaga supaya kenaikannya tidak terlalu tinggi dan tetap berada dalam sasaran” ujar Wahyu.

Ia menyebut Kabupaten Kaur memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Penguatan produksi dan ketersediaan pasokan, kata dia, tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita bicara ketersediaan pasokan, kita bicara produksi. Ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Formulanya sangat baik” katanya.

Wahyu juga mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Pemkab Kaur dalam percepatan digitalisasi pemerintah daerah melalui TP2DD, baik pada sisi penerimaan maupun belanja daerah.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat ruang yang dapat dioptimalkan untuk mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Bank Indonesia, menurutnya, siap memberikan pendampingan kepada Pemkab Kaur secara berkelanjutan.

“Bank Indonesia sangat siap mendukung dan mendampingi Kabupaten Kaur. Ruang untuk menjadi champion ini masih terbuka luas” ujarnya.

Wahyu menambahkan, berbagai inovasi dan program yang telah dilakukan pemerintah daerah perlu dikomunikasikan dan dilaporkan dengan baik agar dapat diketahui pemerintah pusat.

“Sering kali kita melakukan sesuatu, tetapi pemerintah pusat tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan di daerah. Karena itu, perlu dilaporkan dengan baik. Narasinya baik, visinya jelas, dan arahan Pak Bupati yang selama ini sudah dilakukan juga bisa dinarasikan dengan baik,” pungkasnya. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.