20.jpg)
Keterangan Gambar : Kepala DInas Kesehatan Kabupaten kaur saat melakukan Penandatanganan Kerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Dehasen Bengkulu (Foto IST/ Doc Kadinkes)
FIKes Unived dan Dinkes Kaur Jalin Kerja Sama, Perkuat SDM dan Layanan Kesehatan
KOTA BENGKULU, Kominfo — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Dehasen Bengkulu resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (5/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaur.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat FIKes Universitas Dehasen Bengkulu mulai pukul 10.00 WIB. Kegiatan dihadiri Dekan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu Ns. Berlian Kando Sianipar, S.Kep., M.Kes., Ph.D., Wakil Dekan Epina Felizita, SKM., M.Kes., Ph.D., serta seluruh ketua program studi di lingkungan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu. Dari pihak Pemerintah Kabupaten Kaur hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sipta Miarip, S.E.,
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Salah satu bentuk kerja sama yang akan dikembangkan adalah memberikan ruang bagi mahasiswa FIKes Universitas Dehasen Bengkulu untuk melaksanakan praktik lapangan dan magang di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.
Kehadiran mahasiswa di fasilitas kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman langsung mengenai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
Selain praktik dan magang, kerja sama tersebut juga mencakup pelaksanaan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan riset terapan dan pengabdian akan diarahkan pada isu-isu kesehatan yang menjadi prioritas di Kabupaten Kaur.
Kolaborasi juga membuka peluang penyelenggaraan pelatihan, seminar, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Kaur maupun civitas akademika FIKes Universitas Dehasen Bengkulu.
Dekan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu Ns. Berlian Kando Sianipar, S.Kep., M.Kes., Ph.D. mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam pembangunan kesehatan di daerah.
“Kerja sama ini merupakan komitmen nyata FIKes Universitas Dehasen Bengkulu untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan dan pembangunan kesehatan di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Kaur. Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sipta Miarip, S.E., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam memperkuat pembangunan kesehatan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu. Bagi kami, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan kesehatan, terutama dalam hal peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan inovasi di bidang kesehatan” ujar Sipta.
Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan gagasan dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan yang ada di daerah.
“Kita berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam bentuk kegiatan yang konkret. Mahasiswa dapat memperoleh tempat untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya, sementara kami di daerah juga mendapatkan dukungan dari sisi ilmu pengetahuan, penelitian, maupun inovasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan” katanya.
Sipta menilai keberadaan mahasiswa yang melaksanakan praktik dan magang di fasilitas kesehatan Kabupaten Kaur juga dapat memberikan manfaat dua arah. Di satu sisi, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan, sementara tenaga kesehatan di daerah dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus berbagi pengalaman praktis.
“Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin mahasiswa tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memahami persoalan kesehatan yang ada di tengah masyarakat. Dari sana nantinya bisa muncul penelitian maupun kegiatan pengabdian yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah” ujarnya.
Ia berharap kerja sama tersebut juga dapat membantu meningkatkan kualifikasi dan kapasitas tenaga kesehatan di Kabupaten Kaur melalui berbagai pelatihan, seminar, diskusi ilmiah maupun program pengembangan kompetensi lainnya.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap ada dorongan baru dalam meningkatkan kualifikasi dan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kaur. Kita ingin tenaga kesehatan terus berkembang, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga semakin baik” kata Sipta.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan.
“Pelayanan kesehatan pada akhirnya sangat bergantung kepada orang yang memberikan pelayanan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan harus terus dilakukan. Kami berharap perguruan tinggi dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam proses tersebut” ujarnya.
Sipta juga berharap hasil penelitian yang dilakukan melalui kerja sama tersebut nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
“Kalau ada penelitian yang dilakukan berdasarkan kondisi riil di Kabupaten Kaur, tentu hasilnya akan sangat bermanfaat. Data dan kajian tersebut dapat menjadi bahan bagi kami untuk melihat persoalan kesehatan secara lebih objektif sekaligus menentukan langkah yang tepat dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi lanjutan selama memiliki manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Kaur.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi yang lebih luas. Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi awal dari hubungan yang baik dan berkelanjutan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur dengan FIKes Universitas Dehasen Bengkulu. Apa yang kita lakukan hari ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat” pungkasnya. (top)



1.png)

Facebook Comments