Dukung Swasembada Pangan Program Presiden Prabowo, Bupati Kaur Serahkan Bantuan Traktor R4
BINTUHAN, Kominfo – Pemerintah Kabupaten Kaur terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat (R4) kepada empat Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di Kabupaten Kaur.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Selasa **(10/2/2026)**, dan diserahkan langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP.
Dalam sambutannya, Bupati Gusril Pausi menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penopang utama perekonomian daerah, sehingga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
“Bantuan traktor R4 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan indeks pertanaman, serta mendorong peningkatan produksi pangan di Kabupaten Kaur. Ini sejalan dengan program besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional” ujar Bupati.
Bupati menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara bertanggung jawab oleh UPJA dan petani.
“Saya ingatkan, traktor ini adalah aset negara. Tidak boleh dipindahtangankan atau dialihfungsikan. Gunakan sesuai peruntukannya untuk membantu petani, meningkatkan hasil produksi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan pesan agar bantuan dimanfaatkan secara tepat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya, karena alsintan ini diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan individu atau kelompok tertentu.
“Saya minta bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di sektor pertanian. Lakukan pemeliharaan dengan baik, karena ini adalah aset yang digunakan untuk kepentingan bersama, bukan untuk individu atau kelompok tertentu” tambah Bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Kaur ini juga meminta Dinas Pertanian sebagai leading sektor untuk terus mengupayakan penambahan bantuan alsintan dari pemerintah pusat, mengingat luas sawah di Kabupaten Kaur berkisar 5.900 hingga 18.000 hektare yang tersebar di 15 kecamatan, namun dukungan alsintan masih minim.
“Sebagai kepala daerah, saya juga menaruh harapan besar kepada Kementerian Pertanian agar dapat mengalokasikan lebih banyak bantuan alsintan ke Kabupaten Kaur. Dengan luas sawah yang cukup besar, dukungan alsintan sangat dibutuhkan agar program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto dapat lebih cepat terwujud” jelas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Dodi Haryono, S.Tp., M.Ling, menyampaikan bahwa bantuan empat unit traktor R4 tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Tahun Anggaran 2025.
“UPJA penerima bantuan traktor R4 ini ditunjuk langsung oleh Kementerian Pertanian RI melalui mekanisme usulan yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kaur” jelas Dodi.
“UPJA penerima bantuan ini ditunjuk langsung oleh Kementerian Pertanian melalui usulan susulan yang kami sampaikan. Empat UPJA tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni UPJA Usaha Rukun Desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kelam Tengah, UPJA Surya Pagi Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning, UPJA Setia Kawan Desa Talang Padang Kecamatan Kinal, serta UPJA Pulau Kabu Desa Guru Agung Kecamatan Kaur Utara” paparnya.
Dijelaskannya,Bantuan traktor R4 ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pangan di Kabupaten Kaur dan tidak diperkenankan untuk dipindahtangankan atau dialihfungsikan, sesuai dengan perjanjian hibah yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan
Ditambahkan Dodi, Selain traktor, Kabupaten Kaur juga mendapatkan alokasi bantuan pestisida dari Kementerian Pertanian, masing-masing berupa insektisida sebanyak 6 ton dan fungisida sebanyak 6 ton.
“Untuk insektisida sudah tersedia, sedangkan fungisida masih dalam proses karena terkendala belum adanya gudang penyimpanan yang memadai” ungkap Dodi.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan pestisida akan dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan di lapangan, terutama saat petani mengalami serangan hama atau penyakit tanaman.
“Distribusi akan dilakukan apabila ada laporan dari petani yang lahannya terserang hama. Dengan begitu, bantuan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan” jelasnya.
Dodi berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pembangunan gudang penyimpanan agar bantuan pestisida dapat dikelola dan disalurkan dengan lebih optimal.
“Kami berharap ke depan dapat dianggarkan pembangunan gudang penyimpanan, sehingga bantuan fungisida maupun insektisida dapat disimpan dengan baik dan segera dimanfaatkan untuk mendukung produksi pertanian” harapnya. (top)
20.jpg)



1.png)

Facebook Comments