50 Hari Mengabdi di Kaur, KKN-PPM UGM Ekspos Hasil Program dan Resmi Ditarik
BINTUHAN, Kominfo– Setelah menjalankan pengabdian selama 50 hari di Kabupaten Kaur, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II resmi ditarik. Penarikan mahasiswa ditandai dengan ekspos hasil kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil program sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di tengah masyarakat.
Ekspos dan penarikan mahasiswa KKN-PPM UGM tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kaur Ir. Herwan, MSi., Staf Ahli Bupati Kaur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia M. Adhar Cilas, SPd, MSi, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kaur dr. Hj. Rillya Emilda, MSc, Sp.A, MH, serta pihak terkait lainnya.
Selama 50 hari berada di Kabupaten Kaur, mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan berbagai program di lokasi pengabdian, di antaranya Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar. Program yang dijalankan mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, olahraga, lingkungan, pariwisata, energi terbarukan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Berbagai program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat melalui interaksi langsung dan membangun kolaborasi bersama pemerintah desa, kelurahan serta masyarakat setempat.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kaur Ir. Herwan, M.Si. menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Kaur atas kontribusi mahasiswa UGM selama menjalankan pengabdian.
Menurutnya, berbagai program yang dipaparkan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memberikan stimulus positif di berbagai sektor pembangunan masyarakat.
“Kalau melihat hasil yang dipaparkan hari ini, luar biasa. Banyak program dan inovasi yang sudah dilakukan, baik di bidang olahraga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, peningkatan pariwisata, termasuk energi terbarukan. Tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan juga disentuh, termasuk bagaimana pemanfaatan digital dapat mendukung administrasi dan pelayanan kepada masyarakat” ujarnya.
Herwan menegaskan, hasil ekspos tersebut perlu ditindaklanjuti dan tidak berhenti setelah mahasiswa ditarik dari lokasi pengabdian.
“Hasil pemaparan ini tentu perlu ada tindak lanjut. Perlu kita komunikasikan bersama, mana program yang bisa dilanjutkan, mana yang perlu dikembangkan dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat ke depan. Jangan sampai setelah mahasiswa kembali, komunikasi juga terputus” katanya.
Ia berharap berbagai program yang telah dirintis mahasiswa dapat diteruskan oleh pemerintah desa, kelurahan dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua KAGAMA Kaur dr. Hj. Rillya Emilda, M.Sc., Sp.A., M.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM di Kabupaten Kaur.
Ia berharap kerja sama antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Kaur dapat terus berjalan secara berkesinambungan, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Rillya juga berharap kehadiran mahasiswa UGM selama berada di Kaur dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda daerah untuk terus menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, melalui KKN mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki empati dan kepedulian sosial serta mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa atas dedikasi selama 50 hari melaksanakan pengabdian di Kabupaten Kaur. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam perjalanan akademik maupun ketika memasuki dunia profesional.
Mewakili keluarga alumni UGM, Rillya turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menjalankan KKN terdapat sikap, ucapan maupun perbuatan yang kurang berkenan di hati masyarakat.
Terpisah, mahasiswa KKN-PPM UGM yang bertugas di Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar, Alya Ditira dan Mardianto, mengaku masa pengabdian selama 50 hari terasa begitu cepat berlalu.
Keduanya mengatakan, sambutan masyarakat yang baik membuat mahasiswa lebih mudah beradaptasi dan menjalankan berbagai program kerja.
Mereka berharap mahasiswa UGM yang akan melanjutkan KKN di Kabupaten Kaur pada periode berikutnya dapat meneruskan program-program yang telah dirintis.
“Kami berharap teman-teman mahasiswa UGM yang nantinya melanjutkan KKN di Kabupaten Kaur dapat meneruskan program-program yang sudah kami laksanakan, sehingga apa yang sudah dimulai tidak berhenti ketika kami kembali ke kampus” ujar keduanya. (top)
16.jpg)



1.png)

Facebook Comments