30 Calon Paskibraka Kaur Masuki Desa Bahagia, Pendidikan Intensif Dimulai
BINTUHAN, Kominfo— Sebanyak 30 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kaur mulai memasuki masa karantina di Desa Bahagia sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Pendidikan dan pelatihan tersebut resmi dimulai, Selasa (4/8/2026), dalam kegiatan yang dipusatkan di K Hotel Kabupaten Kaur dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Dr, Nasur Rahman, S.Hut, M.Si. Masa pembinaan akan berlangsung secara intensif hingga 18 Agustus 2026.
Para calon Paskibraka tidak hanya akan ditempa dalam kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mendapatkan pembinaan terkait kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, kemandirian, mental, fisik, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan sesama peserta.
Sekretaris Daerah Kabupaten kaur Dr. Nasrur Rahman, S.Hut, M.Si dalam amanatnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejatinya akan dibuka langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pauis, S.So, MAP. Namun, karena Bupati memiliki tugas kedinasan pada waktu yang bersamaan, pembukaan kegiatan didelegasikan kepada Sekretaris Daerah.
“Sejatinya kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Bupati Kaur. Namun, karena pada saat yang bersamaan beliau memiliki tugas kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan, maka beliau memberikan mandat kepada saya selaku Sekretaris Daerah untuk mewakili beliau membuka secara resmi kegiatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Kabupaten Kaur” ujarnya.
Ia menyampaikan pesan Bupati Kaur kepada seluruh calon Paskibraka agar menjaga nama baik daerah selama mengikuti pendidikan hingga pelaksanaan tugas pada 17 Agustus mendatang.
Bupati juga berharap seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dapat berjalan lancar tanpa kendala, sehingga para calon Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik saat menjadi bagian dari upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Bupati menitipkan pesan agar seluruh calon Paskibraka menjaga nama baik daerah. Mudah-mudahan seluruh proses pendidikan dan pelatihan hingga pelaksanaan nanti berjalan lancar, tidak ada hambatan, dan anak-anak kita dapat menjalankan tugas dengan baik” katanya.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan kesempatan yang tidak diperoleh semua orang. Dari banyak peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 30 orang akhirnya dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
Karena itu, para peserta diminta bangga sekaligus mampu menjaga kepercayaan tersebut dengan menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Hari ini merupakan momen yang sangat berharga. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti seleksi untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera, kalianlah yang terpilih. Banyak yang ingin berada di posisi ini, tetapi tidak semuanya mendapatkan kesempatan seperti yang kalian dapatkan hari ini. Karena itu, kalian harus bangga” pesannya.
Ia menegaskan, tugas Paskibraka bukan sekadar kemampuan melakukan baris-berbaris. Lebih dari itu, pendidikan Paskibraka menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris. Ada banyak hal yang akan kalian pelajari, mulai dari kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kekompakan, kepemimpinan hingga kemampuan bekerja sama dalam satu tim. Semua itu akan menjadi bekal penting bagi kalian, bukan hanya saat menjalankan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.
Masa karantina di Desa Bahagia, lanjutnya, juga bukan sekadar tempat untuk berkumpul dan mengikuti latihan. Para peserta akan belajar hidup mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan serta orang-orang yang memiliki karakter berbeda.
“Dengan kalian ditempatkan di karantina, ini bukan sekadar untuk membatasi atau mengatur kalian. Karantina merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk melatih kemandirian dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan maupun orang lain,” katanya.
Ia meminta para peserta membangun tenggang rasa, saling menghargai dan menjaga kekompakan selama berada dalam satu lingkungan karantina.
“Tidak semua orang memiliki karakter yang sama. Karena itu, kalian harus belajar memahami satu sama lain, menghargai perbedaan, mengendalikan diri dan membangun kerja sama. Jangan hanya berpikir tentang diri sendiri, tetapi belajarlah memahami dan menghargai orang lain” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua panitia karantina Paskibraka Roliansyah, S.Sos yang juga selaku Kepala Bidang Ideologi, Wawasan kebangsaan, serta Ketahanan Ekonomi, Sosial budaya dan Agama menyampaikan bahwa mulai 4 Agustus seluruh peserta telah memasuki tahapan pendidikan dan pelatihan secara intensif. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fisik dan mental peserta sebelum menjalankan tugas pada 17 Agustus.
Roliansyah meminta dukungan dan bimbingan Pemerintah Kabupaten Kaur selama seluruh proses pembinaan berlangsung. Menurutnya, tugas Paskibraka merupakan tanggung jawab besar karena salah satu puncak rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI adalah pelaksanaan pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Kaur. Pekerjaan ini cukup berat. Salah satu puncak keberhasilan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih. Kalau pengibaran berjalan baik dan sukses, tentu menjadi bagian penting dari kesuksesan seluruh rangkaian peringatan” ujarnya
Ia juga menilai para peserta telah melalui proses seleksi dan latihan selama beberapa bulan sehingga memiliki dasar kemampuan yang cukup untuk menjalankan tugas. Namun, memasuki masa karantina, pembinaan akan dilakukan lebih intensif.
“Mulai hari ini kalian memasuki tahap pembinaan yang lebih intensif. Kalian sudah teruji melalui proses seleksi dan latihan selama beberapa bulan. Sekarang kemampuan fisik dan mental akan kembali ditempa agar benar-benar siap menghadapi tugas pada 17 Agustus nanti” katanya.
Roliansyah juga meminta kepada para pelatih dan pembimbing diminta fokus memberikan pendidikan dan pelatihan dalam waktu yang relatif singkat tersebut. Setiap waktu diharapkan dimanfaatkan untuk membentuk kemampuan, kedisiplinan, mental, fisik dan kekompakan peserta.
“Para pelatih dan pembimbing kami harapkan dapat fokus memberikan pelatihan dan pendidikan kepada para peserta. Kita memiliki tujuan dan cita-cita yang sama, yaitu mempersiapkan Paskibraka Kabupaten Kaur agar mampu menjalankan tugas dengan baik dan seluruh harapan yang kita cita-citakan bersama dapat tercapai” ujarnya.
Ditambahkannhya untuk mendukung kelancaran pendidikan dan pelatihan, kebutuhan makan dan minum selama masa pembinaan peserta ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kaur. Para pelatih dan panitia juga disiagakan untuk memberikan pendampingan, baik selama peserta berada di hotel maupun saat menjalani latihan di lapangan.
Dirinya juga turut meminta dukungan dan doa dari para orang tua peserta. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting yang membuat para peserta mampu mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai Paskibraka.
“Kami juga memohon dukungan dan doa dari orang tua. Berkat dukungan dan support orang tua, anak-anak kita bisa sampai pada tahap ini. Mudah-mudahan dukungan tersebut terus diberikan hingga seluruh rangkaian pelatihan selesai dan mereka dapat menjalankan tugas pengibaran Bendera Merah Putih dengan baik” katanya.
Roliansyah menegaskan, seluruh proses karantina dan pendidikan tersebut pada akhirnya akan bermuara pada satu tujuan, yakni memastikan 30 calon Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Puncak dari seluruh proses karantina dan pendidikan ini adalah ketika kalian mampu menjalankan tugas pada 17 Agustus nanti. Semua latihan, kedisiplinan, kebersamaan dan pembinaan yang kalian jalani hari ini akan dibuktikan di lapangan. Karena itu, manfaatkan masa karantina ini sebaik-baiknya agar pada saat tiba waktunya, kalian benar-benar siap dan mampu menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan penuh tanggung jawab” pungkasnya. (top)
20.jpg)



1.png)

Facebook Comments