3 Titik Kampung Nelayan Merah Putih Penyangga di Kaur Segera Dibangun
BINTUHAN, Kominfo – Tiga titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) penyangga di Kabupaten Kaur, Bengkulu, segera dibangun. Program bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan tidak hanya memperkuat kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi nelayan, tetapi juga menjadi penyangga bagi pengembangan fasilitas pelabuhan di kawasan pesisir Kaur.
Tiga lokasi pembangunan KNMP penyangga tersebut berada di Wayhawang, Pasar Lama dan Tanjung Pandan. Masing-masing titik mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I., mengatakan, Pemkab Kaur saat ini tengah menyelesaikan sejumlah persoalan teknis dan administrasi agar pembangunan dapat segera dimulai.
Hal itu disampaikan Abdul Hamid usai memimpin rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, secara tahapan pembangunan seharusnya sudah mulai berjalan karena pihak rekanan telah melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan. Karena itu, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diminta segera dituntaskan.
“Untuk pelaksanaan pembangunan sendiri seharusnya sudah mulai, karena rekanan yang mengerjakan sudah melakukan penandatanganan kontrak. Persoalan yang ada ini harus segera kita atasi, dan alhamdulillah hasil rapat tadi menghasilkan tim segera bergerak cepat menuntaskan” ujar Abdul Hamid.
Ia menjelaskan, pembangunan KNMP penyangga tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung kawasan pesisir, termasuk aktivitas nelayan dan fasilitas pelabuhan. Keberadaan kawasan penyangga diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari aktivitas perikanan hingga pengembangan usaha masyarakat.
Di Wayhawang, terdapat aset Pemkab Kaur berupa bangunan musala milik Dinas Pariwisata yang sudah tidak digunakan. Jika bangunan tersebut terdampak pembangunan, Pemkab Kaur akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, termasuk proses penghapusan aset.
Sementara di Pasar Lama, terdapat perubahan perencanaan pembangunan. Fasilitas yang sebelumnya direncanakan sebagai tempat tambatan perahu dialihkan menjadi bangunan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM atau fasilitas penunjang kawasan nelayan.
“Di Pasar Lama ada perubahan pembangunan. Yang sebelumnya direncanakan untuk tempat tambatan perahu dialihkan menjadi bangunan yang nantinya bisa mendukung UMKM atau kebutuhan lainnya” jelasnya.
Sedangkan di Tanjung Pandan, Pemkab Kaur masih menyelesaikan proses hibah lahan. Koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan agar lahan dapat segera disiapkan untuk pembangunan.
Abdul Hamid menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar tidak menghambat pelaksanaan program. Terlebih, pembangunan KNMP penyangga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap penguatan kawasan pelabuhan dan aktivitas ekonomi nelayan di Kaur.
Jika seluruh persiapan tidak mengalami kendala, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP. dijadwalkan melakukan groundbreaking pembangunan KNMP di salah satu titik.
“Kalau tidak ada halangan, Bapak Bupati akan melakukan groundbreaking di salah satu titik” pungkas Abdul Hamid. (top)




1.png)

Facebook Comments